BBGRM Kecamatan Gayam Digelar di Wisata Perahu Kuno Desa Ngraho

BBGRM Gayam.
Kepala Desa Ngraho, Muksin memberikan sambutan di pencanangan BBGRM di wisata perahu kuno Desa Ngraho.

Suarabanyuurip.com – M. Alamsyah Syarifudin

Bojonegoro – Pencanangan BBGRM (Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat) di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dilaksanakan di kawasan wisata Sejarah Perahu Besi Kuno dan wisata religi Desa Ngraho, Jumat (23/5/2025). Kegiatan ini melibatkan 200 peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Ratusan perserta BBGRM teridiri dari pemerintah kecamatan, Polsek, Koramil, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), 12 pemerintah desa, BUMDes, Linmas, RT/RW, dan sejumlah pelaku budaya Bojonegoro.

Komandan Pos Ramil Gayam, Peltu Totok Lasminto mengatakan, BBGRM yang dilaksanakan di Desa Ngraho ini merupakan program dari Kasat TNI dengan mengusung tema “Dengan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Tahun 2025 Kita Dayagunakan Peran Lembaga Kemasyarakatan Desa Sebagai Mitra Pemerintah Desa.

Dalam kegiatan ini, lanjut dia, TNI mengajak lembaga pemerintah desa, masyarakat pemerintah kecamatan dan pihak swasata melakukan kebersihan lingkungan.

“Kami mensosialisasikan kepada masyarakat tentang kebersihan lingkungan dengan membedakan sampah plastik dengan sampah organik. Kolaborasi ini juga di dukung penuh oleh EMCLdengan memberi bantuan tempat sampah,” tegasnya.

Baca Juga :   Ajari Warga Menjadi Perajin Akik

Kepala Desa Ngraho Muhsin berharap agar masyarakat bisa merawat keberadaan perahu besi kuno karena menjadi ikon bagi masyarakat Desa Ngraho.

BBGRM Gayam.
Jajaran Muspika Gayam melakukan penanaman pohon di kegiatan BBGRM di Desa Ngraho.

Atas nama Pemerintah Desa dan Masyarakat Ngraho, dirinya menyampaikan terima kasih kepada EMCL, pemerintah kecamatan dan kapolsek beserta koramil karena kegiatan BBGRM dilaksanakan di sini.

“Adanya situs budaya ini untuk menyatukan masyarakat dan menggerakan ekonomi sehingga kedepannya bisa lebih berkembang lagi. Bukan hanya situs dan makam saja tetapi kami akan tambah fasilitas lain seperti kolam renang. Pemerintah desa juga akan membuatkan SK agar diakui oleh dinas pariwisata dan juga pemerintah kabupaten Bojonegoro,” jelasnya.

Camat Gayam, Palupi Hadi Ratih Dewanti menyampaikan, BBMRG yang dilaksanakan ini untuk melestarikan budaya gotong-royong. Dipilihnya Desa Ngraho sebagai lokasi puncak gotong royong karena ingin mengangkat cagar budaya yang ada yaitu perahu besi. Keberadaan benda bersejarah ini menjadi inovasi agar mengundang wisatawan.

“Melalui kegiatan ini kami juga ingin mengenalkan kepada generasi muda biar tahu ada sejarah di kecamatan Gayam khususnya di Desa Ngraho. Karena situs perahu kuno ini satu satunya yang ada di Indonesia yang ditemukan di sungai Bengawan Solo. Kami juga sudah kordinasi di pemerintah provinsi untuk melihat langsung,” sambung Palupi.

Baca Juga :   Sarasehan Budaya Percaya Situs Perahu Besi Kuno di Festival Banyu Urip 2025

Mantan Camat Kedewan ini berharap di Kecamatan Gayam ada pengembangan tempat wisata dan bisa belkolaborasi dengan karang taruna dan juga BUMDes di setiap desa.

“Ini akan bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat, karena banyak peluang usaha yang bisa ditangkap warga,” pungkas Palupi.

Selain melakukan kerja bhkati bersih-bersih, juga dilaksanakan tanam pohon di lokasi wisata perahu kuno.(lam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait