SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Di hari Kamis 16 April 2020 adalah salah satu momen bersejarah bagi proyek Gas Processing Facility Lapangan Unitisasi Gas Jambaran Tiung Biru (GPF JTB).
Dimana dalam kondisi keterbatasan pandemi Covid-19, Pertamina EP Cepu (PEPC) dan Consortium PT Rekayasa Industri-JGC Corp-JIND (RJJ) telah sukses mengangkat heavy equipment pertama yang merupakan salah satu critical equipment di Proyek GPF JTB demi menyukseskan program pemerintah terhadap Proyek Strategi Nasional.
Equipment Selexol Regenerator ini memiliki berat 208 ton dengan tinggi 66 meter, diangkat dengan menggunakan dua crane, yaitu crane 1,350 ton dan 350 ton. Pengangkatan ini berlangsung dengan aman dan selamat setelah melalui serangkaian assembly di site dan study yang cukup panjang.
Pertamina EP Cepu selaku pemilik proyek ini memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada kontraktor pelaksana terhadap kesuksesan pengangkatan Heavy Equipment tersebut.
Senior Project Manager PEPC, Iwan Hamzah, mengatakan, pencapaian ini adalah berkat kerja sama tim yang baik antara PEPC, Konsorsium dan Subkontraktor.
“Kami mengapresiasi yang sebesar-besarnya kepada tim, semoga pencapaian yang krusial ini menjadi penyemangat untuk pekerjaan-pekerjaan yang lainnya dan milestone berikutnya diharapkan dapat dilakukan lancar dan aman di tengah-tengah suasana pandemic Covid-19,” kata Iwan Hamzah, yang ramah senyum.
Diwaktu bersamaan, Site Manager Konsorsium RJJ, Zainal Arifin, menyampaikan, bahwa proses assembly critical equipment ini dilakukan di site dengan kerja 24 jam selama dua bulan demi kesuksesan pengangkatan hari ini.
“Kami selaku konsorsium berkomitmen untuk terus mendukung kelancaran salah satu Proyek Strategis Nasional ini dengan mengupayakan seluruh sumber daya yang terlibat dengan bekerja 24 jam tentunya dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan, keselamatan dan lingkungan,” imbuhnya.
Selama kegiatan berlangsung tetap mengikuti standart protokoler kesehatan pencegahan penyebaran Corona atau Covid-19 dilingkungan area proyek JTB.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, equipment ini sempat menjadi viral di kalangan masyarakat Bojonegoro karena bentuknya yang sangat besar dan panjang serta dibawa dengan kendaraan multiaxle dengan roda yang banyak.(sam)