Hari Ini, Positif Virus Corona di Bojonegoro Bertambah 3 Orang

20119

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Kasus baru positif virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bertambah tiga orang, Kamis (7/5/2020). Sehingga totalnya menjadi 15 orang, dengan rincian 12 orang dalam perawatan, dan tiga orang lainnya telah meninggal dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin menjelaskan tiga kasus baru positif virus corona hari ini masing-masing berasal dari Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro, dan Trucuk.

“Kasus baru dari Kecamatan Sumberrejo itu peningkatan status dari orang tanpa gejala atau OTG. Sedangkan dua lainnya peningkatan status dari pasien dalam pengawasan atau PDP,” ujarnya.

Hanya saja saat ditanya apakah peningkatan status dua PDP menjadi positif virus corona tersebut berhubungan dengan kasus positif sebelumnya di Kecamatan Bojonegoro dan Trucuk, Masirin tidak memberikan penjelasan. 

Sementara itu, berdasarkan update sebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro pada 7 Mei 2020 pukul 18.00 WIB, terdapat penambahan ODP baru sebanyak 2 orang, yaitu di Kecamatan Bojonegoro dan Kasiman. ODP yang selesai dalam pemantauan hari ini sebanyak 6 orang, di Kecamatan Dander 1 orang, Kalitidu 1 orang, Ngambon 1 orang dan Tambakrejo 3 orang. Sehingga jumlah ODP dipantau pada hari ini sebanyak 37 orang.

Baca Juga :   Pelajar Muhammadiyah Tolak Valentine Day

“ODP selesai pemantauan secara kumulatif sebanyak 159 orang, ODP keseluruhan secara kumulatif sebanyak 196 orang,” tutur pria yang menjabat Kapala Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Bojonegoro itu.

Sedangkan untuk status PDP berkurang sebanyak 2 orang, di Kecamatan Bojonegoro  orang dan Trucuk, karena hari ini keduanya meningkat statusnya menjadi positif. Sehingga jumlah PDP sebanyak 6 orang yaitu di Kecamatan Bojonegoro 2 orang, Trucuk 1 orang, Kepohbaru 1 orang, Kanor 1 orang dan Purwosari 1 orang.

“Status PDP kumulatif sebanyak 8 orang, 6 orang dalam pengawasan dan 2 orang meninggal dunia,” jelasnya.

Untuk status ODR sebanyak 38.735 orang dan OTG sebanyak 366 orang. Masirin mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi imbauan pemerintah, dan gugus tugas di semua tingkatkan melaksanakan instruksi yang ada. 

“Tetap di rumah saja, jaga jarak, biasakan cuci tangan, pakai masker saat beraktifitas di luar rumah, dan jangan mudik,” pesannya.

Sementara itu, untuk mencegah penyebaran virus corona ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Kabupaten Bojonegoro, telah mengeluarkan kesepakatan bersama untuk membatasi jam buka dan menata jarak antar pedagang.  Kesepakatan bersama itu menyusul hasil rapid test 86 Pedagang Pasar Kota Bojonegoro yang dinyatakan reaktif.

Baca Juga :   Akademisi Unigoro Dr. Laily Agustina Terima Penghargaan Penggiat Geopark Bojonegoro

Kesepakatan bersama ditandatangani Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan, Dandim 0813 Letkol. Inf Bambang Hariyanto, Sekda Nurul Azizah, beberapa Kepala oraganisasi perangkat daerah  (OPD), perwakilan pedagang pasar Kota.

Ada beberapa kesepakatan bersama yang disepakati. Pertama, melakukan sosialisasi hasil rapid test 286 pedagang dan bahaya Covid-19 pada tanggal 7-8 Mei. Kedua, Penyemprotan disinfektan secara total (menyeluruh) di Pasar Kota Bojonegoro (luar dan dalam) dan penutupan pasar secara total tanggal 9-10 Mei. 

Ketiga penataan pedagang pasar dengan memberikan batas atau tanda pilok yang berada jalan dan memperluas tempat berdagang dengan memperhatikan protokol Covid-19 pada tanggal 11 Mei 2020. 

Keempat pembukaan pasar pada tanggal 11 Mei pukul 04.00 -07.00 untuk pedagang yang ada di jalan. Sedangkan buka pukul 06.00-14.30 untuk pedagang di dalam pasar.(suko)



»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *