Mentan Minta Masa Tanam Dipercepat

20148

SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengintruksi kepada jajaran Gubernur, Bupati dan Walikota di tanah air melakukan percepatan musim tanam pada bulan Mei dan Juni 2020. Hal itu dilakukan agar bisa menjaga ketahanan pangan nasional disaat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Indonesia akan mengalami musim kemarau panjang dibanding sebelumnya. Termasuk juga peringatan dari organisasi pangan dunia, Food and Agrycultur Organization (FAO), bakal terjadi krisis pangan global.

Selain itu pandemi virus corona berdampak pada berbagai sektor kehidupan, termasuk sektor pertanian dan ketahanan pangan. Karenanya, diperlukan langkah konkrit dan antisipatif dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

“Persiapan ketahanan pangan menjadi salah satu solusi penanganan pandemi Covid-19,” ungkap Mentan Sahrul Yasin dalam video conference bersama sejumlah Gubernur dan Bupati/Walikota se-Indonesia, Selasa (12/05/2020).

Ia meminta Gubernur, Bupati/Walikota, instansi terkait bersama petani bahu membahu, dan bergotong royong menjaga ketahanan pangan. Diinstruksikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan. 

Baca Juga :   Wabup Budi Irawanto Temukan Pembangunan Infrastruktur Telat Diselesaikan

Pertama,  penanaman lebih cepat di bulan Mei dan Juni. Jika sudah panen segera tanami kembali untuk mengejar musim hujan yang masih ada.

Kedua, percepatan penyaluran sarana dan prasarana untuk menunjang penanaman, meliputi alat pertanian, pupuk maupun obat lain yang diperlukan. Ketiga memastikan ketersedian luas tanam dan prediksi hasil panen. 

Selain itu, perlu diperhitungkan jenis tanaman, pengaturan air dan kemungkinan gagal panen. Keempat, optimalisasi alat teknologi pangan untuk mendorong peningkatan jumlah panen dan kualitasnya.

Bupati Tuban, Jawa Timur  H Fathul Huda mengikuti acara tersebut di tengah lahan persawahan di Desa Sugiharjo, Kecamatan Tuban. Tampak mendampingi orang nomor wahid di Bumi Ronggolawe adalah Dandim 0811/Tuban Letkol Inf Melliala Romadhon, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Murtaji, dan Camat Tuban R Moch Dani Ramdani.

Kepada Mentan Sahrul Yasin Limpo, Bupati Huda menyatakan, pada masa pandemi Covid-19 produksi pertanian di Tuban tidak mengalami penurunan. Pada bulan April ini hasil panen mencapai 108.704 ton setara beras 68.435 ton atau surplus 81.22 persen . 

Baca Juga :   Pertamina dan BUMD Blora Kompak Bantu Air Bersih Warga

“Diprediksi hingga akhir tahun 2020 akan surplus hingga 60,49 persen,” kata Huda seraya menambahkan, luas tanam pada tahun 2020 mencapai 120.000 hektar. 

Sedangkan ketersedian komoditas jagung tahun ini mencapai 482.480 ton, dari area tanaman jagung seluas 107.527 hektar. Bahkan saat ini Tuban tengah mengembangkan benih jagung berbasis korporasi petani. 

“Ini menjadi capaian yang membanggakan, sehingga benih jagung tidak lagi impor, bahkan diharapkan bisa diekspor,” pungkas tokoh NU tersebut. (tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *