Perayaan Nataru, Pasokan Listrik Jamali Terjamin Aman

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Rida Mulyana, jamin pasokan listrik aman di wilayah Jamali pada perayaan Nataru 2023.(dok Kementerian ESDM)

Suarabanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Jakarta – Pada perayaan Natal 2022 dan menjelang Tahun Baru 2023 (Nataru) pasokan listrik di wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) terjamin aman. Kini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya berkapasitas 3.400 Mega Watt (MW). Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana.

“Pasokan energi khususnya listrik untuk pelaksanaan Nataru terjamin aman,” kata Rida Mulyana dalam keterangan resminya.

Dijelaskan, bahwa keandalan pasokan energi primer untuk operasional pembangkit menjadi salah satu kunci keamanan ketersediaan listrik. Terlebih PLTU Suralaya yang memiliki peran signifikan untuk sistem kelistrikan Jawali.

“Laporan PLN dari sisi ketersediaan batubara sudah di atas 30 hari operasi (HOP). Jadi sudah lebih dari cukup apalagi untuk Pembangkit Suralaya lumayan besar dan signifikan,” ujarnya.

Beban puncak kelistrikan, khususnya Jamali pada libur Nataru mengalami penurunan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Disebabkan karena banyak industri, pertokoan mengurangi aktivitasnya. Sehingga daya listrik dapat digunakan untuk kebutuhan perayaaan Nataru 2023.

Baca Juga :   SMA 1 Bojonegoro Dilaporkan ke Ombudsman

“Meski dilaporkan pemakaian listrik turun kurang lebih 12 persen dan itu siklus yang biasa. Namun tidak boleh lengah, tetap waspada,” ucapnya.

PT PLN (Persero) pada Nataru kali ini menyiagakan 3.000 posko dan 78.000 personel untuk menjaga keandalan listrik. Perseroan juga telah menetapkan periode siaga Nataru sejak 19 Desember 2022 hingga 4 Januari 2023.

“Itu semua kita siapkan dalam menjamin pasokan energi yang cukup untuk kegiatan Nataru,” tandas Rida.

Sebagai informasi, saat ini Sistem Interkoneksi Jawa-Bali meliputi tujuh Provinsi. Yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Pembangkit di Sistem Interkoneksi Jawa Bali sebagian besar berada pada grid 500 kV dan 150 kV dengan total panjang transmisi sebesar 25.986 kms dengan kapasitas gardu induk sebesar 108.871 MVA.

Kapasitas terpasang di sistem Jawa-Bali hingga Oktober 2022 sebesar 45.994 MW dengan komposisi pembangkit PLN sebesar 42.586 MW dan Non-PLN sebesar 3.408 MW.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Festival Banyuurip Resmi Dibuka

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *