SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Kasus baru positif virus corona atau Covid-19 klaster Pasar Bojonegoro, Jawa Timur, bertambah dua orang, Rabu (13/5/2020). Mereka berasal dari Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, dan Desa Bangilan, Kecamatan Kapas.
Kedua positif virus corona itu berjenis kelamin perempuan. Dengan usia masing-masing 60 dan 52 tahun.Â
“Keduanya klaster Pasar Kota Bojonegoro,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin kepada suarabanyuurip, Rabu malam.
Dijelaskan, kedua pasien telah dirawat di Rumah Sakit Umum Aisiyah Bojonegoro, setelah hasil Swab-nya dinyatakan postif virus corona.
“Siang tadi dijemput dari Balai Latihan Kerja atau BLK Desa Ngumpakdalem,” ucap pria yang juga menjabat Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Bojonegoro itu.
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten, lanjut Masirin, telah melakukan penelusuran kepada orang-orang yang pernah kontak dengan dua positif virus corona tersebut. Termasuk melakukan rapid test kepada keluarga mereka sesuai prosedur tetap penanganan Covid-19.
“Tentu itu. Sudah protap,” tandasnya.
Kedua positif virus corona tersebut sebelumnya hasil rapid testnya reaktif dan menjalani isolasi di BLK bersama 73 pedagang Pasar Kota Bojonegoro.Â
Rapid tes massal dilakukan setelah adanya dua pedagang pasar kota asal Bojonegoro dan satu pedagang asal Tuban, positif virus corona meninggal dunia beberapa waktu lalu. Kedua pedagang pasar asal Bojonegoro yakni warga asal Desa Sranak, Kecamatan Trucuk dan Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro.
Dengan tambahan dua kasus baru ini, menjadikan jumlah komulatif positif virus corona di Bojonegoro sebanyak 17 orang. Rinciannya, 14 orang dirawat dan tiga orang meninggal dunia.Â
Ke 14 positif virus corona itu tersebar di Kecamatan Bojonegoro tiga orang, Trucuk dua orang, Sumberejo satu orang, Kepohbaru satu orang, Gondang tiga orang, Purwosari satu orang, Ngraho satu orang, Dander satu orang dan Kapas satu orang.
“Sekarang ini sembilan kecamatan masuk zona merah,” tandas Masirin.Â
Sementara untuk status orang dalam pemantauan atau ODP ada penambahan baru 2 orang. Yakni di Kecamatan Ngasem dan Kepohbaru. Sedangkan status pasien dalam pengawasan atau PDP tidak ada perubahan dari hari sebelumnya yakni masih sebanyak 8 orang.Â
Sementara status orang dalam resiko atau ODR hari ini sebanyak 39.329 orang, dan orang tanpa gejala atau OTG sebanyak 366 orang. Â
“Masyarakat jangan panik, dan tetap waspada. Displin dan ikuti imbauan pemerintah untuk di rumah saja,” pesannya.(suko)