SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora -Â Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, meluncurkan inovasi sektor jual beli. Meskipun masih mempuyai sejumlah kelemahan, namun bisa membantu masyarakat di tengah pandemi virus corona atau Covid19.
Inovasi terbaru BRI Cepu adalah web pasar wira wiri yang bisa membantu masyarakar berbelanja di pasar secara online. Pembeli tak perlu berdesak-desakkan untuk berbelanja.
Segala macam kebutuhan bisa dibeli melalui web tersebut dan diantar sampai ke rumah oleh kurir. Sementara ini, baru diterapkan di Pasar Mustika Plasa Cepu sebagai percontohan.Â
Pemimpin Cabang BRI Cepu, Ahmad Muflihin Taiyeb mengatakan web pasar ini adalah serangkaian upaya BRI menghadapi pandemi, karena banyaknya kekawatiran kususnya ibu rumah tangga untuk berbelanja dan pergi ke pasar.
“Apa yang terjadi kalau pasar tidak bergerak. Ini nyawa kita, sepanjang pasar masih bernyawa masih ada transaksi di situ saya yakin perekonomian Indonesia akan bangkit,” tegasnya.
Namun dengan adanya pandemi ini, lanjut dia, banyak yang enggan pergi ke pasar. Maka BRI melakukan inovasi dengan peluncuran web pasar wira wiri menjadi solusinya.Â
“Kami hadirkan dengan tidak membebani kuota, karena tidak mengunakan aplikasi,” jelasnya.
Web yang diusung oleh BRI berbentuk portal. Sehingga konsumen hanya cukup masuk dalam web yang sudah disiapkan. Dari web itu langsung bisa dilacak oleh server dan menemukan pasar yang dituju.Â
“Lalu akan ditunjukkan pasar terdekat Pasar Mustika Pelasa Cepu,” kata dia.
Pada tahap pertama yang masuk di web baru Pasar Mustika Pelasa. Setelah ini bertambah ke Pasar Induk Cepu.
‘’Mudah-mudahan cara ini membuka peluang pekerjaan jika ada yang ingin menjadi kurir,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Blora Djoko Nugroho yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi adanya web pasar yang diluncurkan oleh BRI Cepu.Â
‘’Ini bisa mengurangi orang keluar rumah, sehingga dapat meminimalisir penularan, serta membuat lapangan kerja baru,’’ jelasnya.Â
Kokok, panggilan akrab Bupati Blora, mengaku tertarik dengan web pasar riwa riwi. Menurutnya, fasilitas tersebut bisa diaplikasikan di seluruh pasar di Blora.Â
Terpisah, Lurah Cepu, Endah Ekawati, mengaku inovasi yang diluncurkan BRI bisa membantu masyarakat dalam berbelanja. Namun masih ada kelemahan dalam fasilitas tersebut diantaranya admin masih satu orang. Sehingga ketika ada banyak pengguna, butuh waktu lama untuk merespon konsumen.
“Semua masih terpusat pada satu admin,” ujarnya.
Disamping itu, kurir juga masih harus menentukan pedagang mana yang menyediakan kebutuhan konsumen. Termasuk penentuan harga barang yang dibutuhkan konsumen. Â
“Masih ada sejumlah kelemahan lain yang perlu disempurnakan agar pelayanannya nanti benar-benar maksimal,” sarannya.(ams)