SuaraBanyuurip.com – Didik Jatmiko
Bojonegoro – Pencegahan dan penanganan virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Jawa Timur, perlunya kerjasama saling menguatkan dari berbagai pihak. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu mendukung keberadaan Kampung dan Pesantren tangguh di Kabupaten Bojonegoro.
Hal itu disampaikan External Affairs Manager ExxonMobil, Ichwan Arifin dalam dialog interkatif “BINGKAI†di radio Malowopati FM, Rabu (19/08/2020). Kegiatan disiarkan oleh anggota Forum Radio Bojonegoro (FRB) ini dihadiri Kapolres Bojonegoro, AKBP. M. Budi Hendrawan, Pengasuh Pondok Pesantren Al- Rosyid, KH. Alamul Huda, dan Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno.
Ichwan menuturkan, EMCL saat ini fokus terhadap tugas yang diemban sebagai operator migas yakni memastikan suplai kebutuhan minyak untuk negara tetap berjalan sesuai target dan fungsinya. Juga memastikan semua karyawan tetap sehat dan mengikuti protokoler kesehatan sehingga tidak ada klaster baru di tempat produksi.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab Bojonegoro dan Tuban khususnya Dinas Kesehatan untuk sama-sama berkolaborasi dan mendukung keberadaan kampung dan pesantren tangguh.
“Secara tidak langsung EMCL berkontribusi di bidang pengembangan ekonomi dan kesehatan. Untuk pondok pesantren misalnya memberikan optimalisasi sampah yang masih ada keterkaitan dengan kesehatan,†ujar Icwan dikutip dari laman FRB.
Sementara itu Kapolres Bojonegoro, AKBP M. Budi Hendrawan mengapresiasi semua pihak yang telah menjalankan protokoler kesehatan. Tercatat sekarang ini ada 47 kampung tangguh yang tersebar di seluruh Kabupaten Bojonegoro.
“Setelah kampung dan pesantren tangguh, kami merencanakan membuat gerakan Wisata Tangguh. Karena setelah re-opening tempat wisata, protokoler kesahatan harus tetap dilaksanakan,†tegasnya.
Pengasuh Ponpes Al-Rosyid, KH. Alamul menyampaikan pesantren Tangguh merupakan salah satu ikhtiar untuk menghadapi Covid-19. Sehingga semua kegiatan yang dilaksanakan harus sesuai prosedur yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten. Mulai rapid tes, penggunaan masker, jaga jarak semua sudah difasilitasi oleh Pemkab.
Di Ponpes Al-Rosyid, lanjut dia, kini sudah ada Poskestren dan ruang isolasi untuk 1200 santri.
“Wasilah untuk sehat itu adalah ikhtiar dan disiplin. Alhamdulillah pondok kami termasuk yang dilaunching oleh Pemkab bersama Kapolres, Dandim. Dan hendaknya semua pihak harus bergerak,†tambahnya.
Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno merespon baik atas pendampingan dari Pemkab Bojonegoro melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kapolres yang terus mengajak dan mengedukasi masyarakat. Dengan disiplin serta koordinasi untuk realisasikan protokoler kesehatan menjadi modal terbaik bagi Desa Campurejo.Â
“Dengan menjadi kampung tangguh betul-betul bermanfaat. Partisipasi masyarakat cukup tinggi untuk melakukan proteksi diri. Walaupun begitu harus terus berupaya agar dalam pengelolaan tetap baik,†pungkasnya. Â
Setelah dialog interkatif, pihak EMCL didampingi pengurus FRB memberikan hand sanitizer dan sabun cuci tangan untuk Pengasuh Pondok Pesantren Al-Rosyid dan Kepala Desa Campurejo. Dengan kontribusi ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan di kampung dan Pesantren.Â
BINGKAI ini merupakan program dialog interaktif yang diinisiasi oleh FRB yang diprakarsai oleh EMCL. Kegiatan sudah berjalan ke tiga kalinya. Kali ini tema yang diangkat pentingnya masyarakat memahami tentang penanganan dan penanggulangan Covid-19. Radio menjadi media alternatif bagi masyarakat yang tidak menjangkau media sosial atau Informasi Tekhnologi (IT). (dik)