SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Udara berperan serta dalam peningkatan perekonomian masyarakat sekitar Bandara Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Salah satunya melalui program padat karya tunai dari sejumlah pekerjaan yang dilaksanakan sekarang ini.
Sekadar diketahui, Bandar Udara Ngloram Kecamatan Cepu merupakan Satuan Pelayanan Bandar Udara Dewadaru Karimunjawa.Â
Kepala Otoritas Bandara Wilayah 3 Juanda Surabaya, Fadrinsyah Anwar, menyampaikan, program padat karya ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat lokal akibat pandemi virus corona atau Covid-19 yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar Bandar udara Ngloram, Cepu.
Dijelaskan, program padat karya merupakan upaya menjalankan Instruksi pemerintah. Antara lain, untuk menciptakan lapangan kerja di desa, meningkatkan keterampilan masyarakat lokal, juga mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.
Saat ini Ditjen Perhubungan Udara menargetkan pelaksanaan program padat karya dilaksanakan di 29 Provinsi, 149 desa dan Kabupaten, dengan alokasi biaya upah sebesar Rp19,5 miliar. Harapannya dapat menyerap 4.506 Orang tenaga kerja di seluruh Indonesia.
Hingga 26 Agustus tahun 2020 ini, Ditjen Perhubungan Udara telah merealisasikan Program Padat Karya Nasional di 21 Provinsi, 85 Desa dan kabupaten, 3.841 tenaga kerja dan telah menyerap biaya upah sebesar Rp11 Miliar. Â
“Termasuk di dalamnya pelaksanaan padat karya Bandar udara Ngloram,” jelasnya saat berada di lokasi Bandara Ngloram, Rabu (26/8/2020).
Ditegaskan, kegiatan padat karya tersebut diimplementasikan melalui kegiatan sederhana atau kegiatan yang tidak memerlukan keterampilan khusus, yang terkait dengan pembangunan bandar udara.Â
Adapun pekerjaan tersebut di antaranya pemotongan rumput airstrip, pembersihan saluran, pengecatan dan pembersihan terminal, pengecatan dan pembersihan gedung kantor dan gedung operasional, pengecatan marka runway, perbaikan jalan lingkungan, pembersihan pagar pengaman bandara dan pembuatan saluran drainase Bandara, dan kegiatan lainnya yang terkait kegiatan pemeliharaan dilingkungan Bandar Udara.
Sementara untuk kegiatan di Bandar Udara Ngloram sendiri, merupakan kegiatan belanja modal. Di dalamnya memuat pekerjaan unskill, berupa pekerjaan pemasangan pagar bandara dan pembersihan area sisi udara bandar udara Ngoram. Saat ini telah menyerap 55 tenaga kerja lokal yang dipekerjakan secara rutin setiap tahunnya menyesuaikan dengan alokasi anggaran dan jenis pekerjaan.
Program padat karya ini merupakan bentuk kepedulian Ditjen Perhubungan Udara terhadap masyarakat lokal sebagai penerima manfaat langsung. Tujuan adanya bandar udara ini untuk mengurangi angka kelahiran stunting, meningkatkan daya beli masyarakat dimasa pandemi virus corona. Juga berfungsi sebagai alat untuk percepatan pengentasan kemiskinan khususnya di Cepu.
“Semoga acara Padat Karya yang akan kita laksanakan ini dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi kita semua khususnya masyarakat lokal di Kabupaten Blora,” tegas Fadrinsyah Anwar.
Sementara, Kepala Bandar Udara Dewadaru Karimunjawa, Ariadi Widiawan, berharap program padat karya tersebut bisa membantu perekonomian masyarakat sekitar Bandara Ngloram dan Dewadaru. Sebab, menurut dia, masa pandemi ini sangat terasa.Â
“Semoga program berguna masyarakat. Mohon doa dan dukungan, Bandara Ngloram bisa beroperasi tahun ini juga,” ucap Ariadi.Â
Kepala Desa Ngloram, Diro Beni Susanto, menyampaikan, setiap hari warganya bekerja di Lapangan Udara Ngloram. Mereka diberi upah Rp80.000/hari yang diberikan selama satu mingu sekali.Â
“Warga kami angat berterima kasih sekali ada program padat karya ini. Mereka masih bisa mendapatkan penghasilan. Dapurnya juga bisa mengepul. Bahkan upahnya lebih tinggi dibanding dengan jadi buruh tani yang hanya Rp 60 ribu sehari,†jelasnya.(ams)