Gurihnya Cuan dari Usaha Keripik Usus, Mas Teguh: Harus Segera Ada Pelatihan Digital Marketing

Mas teguh.
Teguh Haryono atau Mas Teguh, Caleg DPR RI PDI Perjuangan melihat langsung proses produksi UMKM keripik usus milik Widya.

SuaraBanyuurip.com – Usaha keripik usus milik Widya (50), asal Desa Genjor, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, cukup menggiurkan. Omsetnya mencapai 15 juta setiap bulan.

Widya mulai merintis usaha keripik usus empat tahun silam, sejak tahun 2019. Pasang surut bisnisnya telah ia rasakan.

Widya tidak penar putus asa dan kapok. Ia kembali bangkit menjalankan usahanya dan sat ini mampu mempekerjakan 10 karyawan.

“Semuanya ibu-ibu,” kata Widya saat berbincang dengan Teguh Haryono atau Mas Teguh, Calon Legislatif (Caleg) DPR RI PDI Perjuangan daerah pemilihan (Dapil) IX (Kabupaten Bojonegoro dan Tuban).

Widya menuturkan, setiap hari mampu produksi keripik usus 40 Kg sampai 50 Kg. Bahan baku usus ayam mentah berasal dari luar kabupaten, kemudian diproses menjadi kripik usus yang gurih dan renyah.

“Keripik usus ini saya diberi nama Pujakesuma,” ucapnya.

Keripik usus Widya ternyata banyak diminati masyarakat, karena rasanya yang gurih dan renyah. Selain itu harganya cukup terjangkau, hanya Rp 1.000 per bungkus.

Baca Juga :   Mas Teguh Dorong BUMDes Bisa Menjadi Tulang Punggung Ekonomi Desa

Widya mengaku masih banyak menghadapi kendala terutama pemasaran, karena metode penasaran masih dengan sistem keliling dan dari mulut ke mulut, dan tergantung pesanan agen, dan di titipkan di warung-warung.

“Harapannya bisa memasarkan lebih luas lagi agar produksi bertambah dan pendapatan bisa meningkat,” pungkas.

Mas Teguh mengapresiasi semangat Widya dalam menjalan bisnisnya dan ibu-ibu yang mengerjakan produksi keripik usus. Mulai dari proses menggoreng sampai proses pengemasan, semua dikerjakan oleh ibu-ibu .

“Ini adalah ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan, semua dikerjakan oleh ibu-ibu,” ujar cah Bojonegoro asli Desa Nglumber, Kecamatan Kepohbaru ini.

Menurut Mas Teguh pemasaran keripik usus harus menjadi perhatian, kerena masih tradisional. Untuk itu, dirinya mendorong agar memanfaatkan teknologi untuk menjangkau pemasaran yang lebih luas.

“Saat ini kan sudah zaman digital, jadi saya mendorong agar usaha kripik usus ini pemasarannya beralih ke teknologi digital, bisa lewat marketplace, medsos atau bisa buat website sendiri. Nah, untuk melakukan itu harus ada pelatihan digital marketing,” tegas pria ramah ini.(red/adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *