SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Pabrik Gula (PG) PT Gendhis Multi Manis (PT GMM) Bulog di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berencana melakukan kerja sama dengan petani lokal. Kerja sama yang akan dilaksanakan tersebut sebelumnya belum pernah dilakukan oleh PT GMM Bulog.
Direktur Operasional PT GMM Bulog, Ihsan, menyampaikan, sebelum melakukan kerja sama penuh, pihaknya bakal melakukan penjajagan terlebih dahulu.
“Kami akan coba 200 hektare dulu. Kalau semua lancar, penjajagan akan dimulai tahun ini,” ungkapnya, Rabu (2/9/2020).
Dijelaskan dalam kerja sama ini nantinya bibit dan perawatan disediakan oleh perusahaan. Sedangkan tenaga kerja diserahkan sepenuhnya kepada petani. Dengan harapan, hasil panen dijual kepada perusahaan.
Namun demikian, PT GMM masih melakukan kajian terkait risiko kedepan. Sebab, kadang kala petani masih mendua.
“Mereka bisa jadi menjual kepada pabrik lain. Jadi membutuhkan pengawasan yang ketat,” tegasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan target giling 498.050 ton tebu, PT GMM Bulog membutuhkan lahan seluas 7.000 hektare.
“Sementara, lahan pertanian tebu di Blora seluas 3.800 hektar masih belum mencukupi,” ujar Ihsan.
Sedangkan untuk menutup kekuarangan tersebut PT GMM mengambil tebu dari petani sekitar Kabupaten Blora. Seperti Kabupaten Rembang, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Grobogan.
“Di Kabupaten Sragen sekarang ini menjadi rebutan antara PT GMM dengan satu perusahaan lain,” ungkap Ihsan.
Diakui, untuk mendapatkan tebu harus melakukan perang harga. Sebab, yang membeli tebu bukan hanya dari PT GMM Bulog.
“Tapi kami juga harus harus melihat, apakah kompetitor sudah berhenti atau masih berlanjut. Jangan sampai dengan perang harga tebu, justru merusak harga gula,” tandasnya.
Dia menambahkan, PG PT GMM Bulog memiliki kemampuan giling 6.000 Tcd (6.000 ton) tebu per hari. Dengan kapasitas giling tersebut, diperkirakan pertengahan September ini proses giling tebu sudah selesai.(ams)




