SuaraBanyuurip.com -Â Â Ahmad Sampurno
Blora – Pabrik Gula (PG) PT Gendhis Multi Manis (GMM) – Bulog Kabupaten Blora Jawa Tengah, membeli tebu petani dengan harga yang lebih tinggi dari biasanya. Pada masa giling tebu tahun 2021 ini, dihargai Rp 60.000 per kwintal dari sebelumnya Rp 58.000 atau naik Rp 2.000/kwintal. Kenaikan harga diberikan agar petani lokal mau menjual hasil produksinya ke GMM.
Humas PT GMM-Bulog, Putri menyampaikan, secara umum kenaikan harga tebu mengalami tren kenaikan.
“Kenaikan sudah biasa mas, dan itu juga strategi setiap PG,” kata dia baru-baru ini.
Dirinya berharap dengan tren kenaikan ini bisa menyerap seluruh tebu rakyat, khususnya daerah Blora.
“Petani bisa setor kepada kami,” ucapnya.
Kenaikan harga tebu ini disambut baik Petani Tebu di Blora. Menurut salah satu Petani Tebu Blora, Siswanto, kenaikan ini wajar karena pabrik sekitar Blora membeli dengan harga tinggi.
“Sehingga tebu Blora banyak lari ke pabrik luar daerah,” ujar Siswanto.
Pria yang juga sebagai Wakil Ketua DPRD Blora ini berharap agar tidak banyak kesenjangan dengan harga pabrik gula di sekitar Blora.
“Supaya petani masih mendapat selisih antara biaya tanam dengan hasil panen,” tandasnya.
Siswanto mengungkapkan, biaya satu hektare lahan sewa, petani bisa mengeluarkan modal Rp.20 juta, dengan produksi rata-rata 8 ton. Sementara harga jual bisa mencapai Rp25 juta.
“Jadi ada untung Rp5 juta. Keuntungan ini bisa lebih banyak kalau tanahnya milik senidiri,” pungkasnya.(ams)




