SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Komisi C DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Puskesmas Purwosari, Rabu (19/9/2020). Sidak dilakukan untuk memastikan peningkat pelayanan kesehatan pasca meninggalnya balita berusia 5 bulan 10 hari, Rahma Sheva Kamilia.
RombonganKomisi C di dampingi Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ani Pujiningrum. Ikut serta Wakil Ketua DPRD, Mitroatin. Mereka diterima Kepala Puskesmas Purwosari, Yulis dan jajarannya.
“Kami ingin pastikan apakah Puskesmas Purwosari benar-benar sudah meningkatkan pelayanan kesehatan dan menjalankan standar operasional prosedur dengan baik,” kata Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro, Maftukhan, kepada suarabanyuurip.com, usai kunjungan.
Komisidewan yang membidangi masalah kesehatan ini berharap agar peningkatan pelayanan dilakukan oleh semua fasilitas kesehatan yang ada di Bojonegoro. Bukan hanya di Puskesmas Purwosari.
“Mudah-mudahan kejadian di Puskesmas Purwosari beberapa waktu lalu tidak terulang. Kejadian kemarin bisa menjadi pembelajaran bersama,” imbuh pria kelahiran Desa Pelem, Kecamatan Purwosari ini.
Maftukhan menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap pelayanan kesehatan di Bojonegoro.
“Agar masyarakat benar-benar memperoleh pelayanan maksimal,” pungkas wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) meliputi Kecamatan Gayam, Purwosari, Ngasem, Kalitidu, Malo, Padangan, Kasiman, dan Kedewan.
Diberitakan sebelumnya, pelayanan kesehatan di Puskesmas Purwosari, diduga kurang maksimal. Akibatnya, Sheva meninggal dunia karena pihak puskesmas tidak mau memberikan pelayanan.
Sheva adalah anak dari Anik Azizah, warga Desa Purwosari. Sejak melahirkan Sheva, kondisi ibunya kurang sehat sehingga Sheva banyak dirawat oleh tantenya.(sam)






