Buka Akses Ekonomi Masyarakat, Pembangunan Jembatan Kare Dipercepat

21071

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Semambung Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro dengan Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dipercepat. Pembangunan jembatan di atas Sungai Bengawan Solo itu akan mulai dikerjakan pada 2021.

Pembebasan tanah untuk pembangunan jembatan Kanor-Rengel (Kare) telah dituntaskan. Ada 32 bidang di Desa Semambung dan di Desa Ngadirejo sebanyak 7 KK.

Sebelum pengerjaan dilaksanakan, hari ini Sabtu (3/10/2020), Pemkab Bojonegoro menggelar konsultasi publik dengan menggundang beberapa tokoh masyarakat dari dua desa dan Forpimcam dua kecamatan di Balai Desa Semambung. Pertemuan juga dihadiri kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kepala Dinas PU Penataan Ruang Kabupaten Tuban Agung Supriyadi. Dimpimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro, Nurul Azizah.

Nurul Azizah menyampaikan, secara administratif Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban berbatas terpisahkan oleh Sungai Bengawan Solo. Kegiatan ekonomi, pertanian, perdagangan, pendidikan, wisata, masih mengandalkan jasa penyeberangan perahu motor. Seperti halnya di Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban dan Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. 

Menurut Nurul sudah lama kedua masyarakat mendambakan adanya jembatan penghubung antar kecamatan sekaligus antar Kabupaten yang melintas di atas Sungai Bengawan Solo. Namun akibat adanya pandemi Covid-19, pengerjaan pembangunan Jembatan Kare yang semestinya dilaksanakan tahun 2020 ini terpaksa tertunda karena terdapat refokusing anggaran.

Baca Juga :   Tingkatkan Kualitas Keterampilan Perajut, EMCL dan YSSI Selenggarakan Pelatihan Merajut di Desa Sukoharjo dan Leran

“Sehingga di tahun 2021 pembangunan Jembatan Kare ini baru bisa dilaksanakan. Ini akan membuka akses yang dapat  mempercepat peningkatan taraf ekonomi masyarakat,” tutur Nurul melalui siaran pers yang dikirim Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Bojonegoro.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro itu mengungkapkan, sekarang ini Pemkab sedang melakukan pembangunan Jembatan penghubung Kabupaten Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro – Medalem, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Bojonegoro Retno Wulandari menambahkan, rencana pembangunan jembatan Kare saat ini sudah selesai review perencanaan dan desain. Jembatan Kare yang akan dibangun dengan bentang 210 Meter, terdiri dari struktur bawah yang meliputi pilar, abutment, struktur atas dan desain.

“Pertemuan konsultasi masyarakat ini sebagai salah satu syarat untuk melengkapi dokument untuk proses recount text grand desain,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas PU Penataan Ruang Kabupaten Tuban Agung Supriyadi mengungkapkan pembangunan jembatan Kare ini merupakan project strategis yang nantinya akan memberikan multiplier effect luar biasa di kedua Kabupaten. Baik dari segi transportasi, perekonomian, maupun sektor lainnya. 

Baca Juga :   Puluhan Ibu-ibu Dilatih Painting Kerudung

“Atas nama Pemkab Tuban kami akan selalu mendukung penuh dengan adanya rencana pembangunan jembatan Kare,” tegas Agung.

Usai pertemuan dilanjutkan penandatanganan berita acara pertemuan konsultasi masyarakat oleh Kepala Desa (Kades) Semambung Neny Rachmawati, Kades Ngadirejo Gatot, tokoh masyarakat Desa Semambung Rais, Tokoh masyarakat Desa Ngadirejo Januri, Warga Masyarakat Desa Semambung Sukardi dan Warga masyarakat Desa Ngadirejo Muklisin.(suko)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *