SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Jakarta – Harga minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan September 2020, termasuk juga ICP kembali tertekan. Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun sebesar US$ 4,20 per barel dari US$ 41,63 per barel menjadi US$ 37,43 per barel.
Penyebabnya, meningkatnya kasus Covid-19 di sejumlah negara di dunia, terutama di Eropa yang mengakibatkan kembali diterapkannya pembatasan mobilitas untuk mengurangi penyebaran virus. Sehingga membayangi prospek perbaikan permintaan minyak dan ekonomi.
Dampaknya, ICP SLC juga mengalami penurunan sebesar US$ 4,11 per barel dari US$ 43,22 per barel menjadi US$ 39,11 per barel.Â
Tim Harga Minyak Indonesia memaparkan, selain meningkatnya kasus Covid-19 terutama di Eropa, penurunan harga minyak mentah dunia juga dipicu oleh laporan OPEC bulan September 2020, yang memproyeksikan bahwa untuk tahun 2020, pertumbuhan ekonomi global turun sebesar -0,1% menjadi -4,1%, dan permintaan minyak mentah global turun sebesar 0,4 juta bopd menjadi 90,2 juta bopd.
Selain itu, produksi minyak mentah non OPEC meningkat sebesar 348 ribu bopd menjadi 62,47 juta bopd, dan tok minyak mentah global meningkat sebesar 1,32 juta bopd menjadi 89,88 juta bopd.
Faktor lain yang mempengaruhi harga minyak September adalah sentimen investor minyak yang negatif yang ditunjukkan dengan berkurangnya partisipasi dalam perdagangan kontrak minyak dan kontrak berjangka (futures). Kekhawatiran menjelang debat calon presiden di AS serta pandangan bahwa upaya pemulihan perekonomian akibat pandemi Covid-19 dinilai semakin melemah seiring berkurangnya pendanaan Pemerintah.
“Selain itu, indikasi peningkatan pasokan minyak mentah global, dengan bertambahnya ekspor dari Iran, Libya dan Arab Saudi serta sektor kilang menurunkan tingkat pengolahan seiring melemahnya marjin kilang akibat turunnya permintaan gasoline, dampak dari penerapan pembatasan mobilitas/aktifitas serta dimulainya periode pemeliharaan kilang,” papar Tim Harga melalui siaran persnya, Rabu (7/10/2020).Â
Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh penurunan tingkat pengolahan kilang di Jepang sebesar 6,1% dan Korea Selatan turun 5% pada bulan September 2020 dibandingkan bulan Agustus 2020.
Juga, permintaan minyak China sebagai importir minyak terbesar, mengalami stagnasi seiring berkurangya pembelian minyak oleh China.(suko)
Berikut Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan September 2020 dibandingkan bulan Agustus 2020 :Â Â
 – Dated Brent turun sebesar US$ 4,01 per barel dari US$ 44,82 per barel menjadi US$ 40,81 per barel.
– WTI (Nymex) turun sebesar US$ 2,76 per barel dari US$ 42,39 per barel menjadi US$ 39,63 per barel.Â
– Basket OPEC turun sebesar US$ 3,61 per barel dari US$ 45,19 per barel menjadi US$ 41,58 per barel. Â
– Brent (ICE) turun sebesar US$ 3,15 per barel dari US$ 45,02 per barel menjadi US$ 41,87 per barel.