SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Pertamina Asset 4 Field Cepu bekerja sama dengan Aliksa Organik telah selesai memberikan rangkaian Training of Trainer (ToT) bagi Kelompok Bina Alam Sri Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi ini merupakan program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB).
ToT dilaksanakan selama lima hari mulai Senin – Jumat (5-9/10/ 2020). Berbagai materi disampaikan dari Ekosistem SRI (System Of Rice Intensification) organik hingga bahasan ekologi tanah, tanaman, dan serangga.
Camat Kedungtuban, Martono, merespons positif kegiatan tersebut.
“Saya sampaikan terima kasih atas kontribusi Pertamina EP untuk warga saya,†ujarnya saat menghadiri penutupan penutupan ToT.
Kepala Desa Bajo, Sun Haji, berharap sinergi Pertamina EP dengan masyarakat bisa terus berlanjut. Kedepan pihaknya akan mengajak kepala desa sekitar Bajo untuk ikut terlibat dalam program tersebut.
“Karena kami sudah membuktikan dampak positif dari program ini,†tegasnya.
Di tempat terpisah, Asset 4 L&R Manager, Jou Samuel Hutajulu menyampaikan apresiasinya pada anggota kelompok Bina Alam Sri. Menurut Jou, semangat ini adalah virus positif yang harus ditularkan seluas mungkin di Desa-Desa sekitar Bajo.
Mewakili Jou, Kautsar Restu Yuda selaku Cepu CSR Staff turut mengapresiasi semangat anggota kelompok untuk aktif dalam program beras organik dan pengolahan tanaman herbal.
“Luar biasa semangat bapak ibu anggota kelompok untuk menyukseskan program ini. Harapannya semangat ini tidak padam meski dalam situasi pandemi,†tuturnya.
Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) digagas Pertamina EP Asset 4 Cepu Field sejak 2018. Selama dua tahun, kelompok Bina Alam Sri dibina secara intensif dan menunjukkan perkembangan pesat baik dari segi ekonomi maupun lingkungan.
PSRLB terus berkembang dengan bertambahnya anggota dan luasan lahan. Menurut Restu, saat ini luasan lahan dalam program ini adalah 11,52 Ha yang dimiliki 47 anggota. Selain itu, keanggotaan program ini yang semula hanya dari Desa Bajo berkembang ke empat desa lain, yakni Wado, Ngraho, Tanjung, dan Sidorejo.(ams)






