Tuban Kembangkan Bibit Jagung Kualitas Ekspor

21237

SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo

Tuban – Kabupaten Tuban, Jawa Timur menjadi pilot project pengembangan bibit jagung hibrida berbasis korporasi. Benih  yang dikembangkan memiliki kualitas untuk pasar ekspor. 

“Kita targetkan Kabupaten Tuban dapat mencukupi kebutuhan bibit jagung di wilayahnya, juga mampu mengekspor bibit jagung hasil pengembangan hingga ke luar pulau Jawa bahkan luar negeri,” kata Direktur Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Moh Takdir Mulyadi, saat kunjungan kerja di wilayah Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Jumat (23/10/2020). 

Dalam kunjungan di beberapa titik kegiatan Korporasi Pengembangan Bibit Jagung Hibrida di Jatirogo, ia didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban, Murtadji, dan Camat Jatirogo, Nawawi.

Moh Takdir Mulyadi menyatakan, pemilihan daerah Tuban sebagai pilot project secara nasional, lantaran petaninya memiliki kapabilitas, semangat, dan etos belajar yang tinggi terkait teknologi pertanian terbaru. Kementan RI menambah alokasi areal pengembangan dari yang semula 380 hektar menjadi 600 hektar. Harapannya, petani dapat semakin solid, dan terus mengembangkan kemampuannya guna mendukung produktivitas hasil pertanian.

Baca Juga :   Kriminalitas Intai Area Migas Kedung Keris

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Murtadji menerangkan, pihaknya akan meningkatkan kegiatan pengembangan bibit jagung hibrida berbasis korporasi ini menjadi suatu kawasan dengan mencakup kecamatan lain di Tuban. Hasil pembenihan dari Jatirogo mampu mencukupi kebutuhan bibit di Kabupaten Tuban.

Bibit yang dikembangkan memiliki kualitas unggul, dan mampu bersaing dengan bibit jagung ekspor. “Bibit jagung Nasa 29 dan CH 37 yang dikembangkan di Tuban mendapat apresiasi dari Kementan RI,” ujarnya.

Pada tahap awal petani kurang minat untuk mengikuti program ini, setelah merasakan nilai tambah hingga 3 kali lipat, banyak petani yang berminat untuk terlibat. Hanya 98 hektar yang dikembangkan di tahap awal, selanjutnya banyak petani mengajukan hingga 500 hektar. 

Pada tahun 2020, Kabupaten Tuban mendapat penambahan luasan areal hingga 560 hektar. Kedepannya akan dibentuk koperasi untuk menampung hasil pertanian bibit jagung ini. 

Pemkab Tuban memberi bantuan pengembangan dengan mencukupi sarana dan prasarana pendukung. Diantaranya pompa air, dryer UV, dryer beroda dan vertikal, maupun jalan usaha tani. (tbu)

Baca Juga :   Kelurahan Balun Siapkan Relokasi Warga Tergusur

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *