SuaraBanyuurip.com – Aksi pencurian sempat meresahkan petani sekitar lapangan minyak Kedung Keris, Blok Cepu, di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Kawanan pencuri menggasak kabel listrik berisi tembaga yang digunakan sumur sibel petani untuk mengairi lahan persawahan. Peristiwa tersebut sempat membikin resah petani.
“Kejadiannya sudah berulang kali,” kata Syahroni (48), petani Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu, yang memiliki lahan persawahan di sekitar tapak sumur minyak Kedung Keris.
Peristiwa pencurian kabel listrik berisi tembaga terjadi saat tanam padi musim kemarau kemarin. Petani yang mengandalkan pengairan dari sumur sibel harus beberapa kali mengganti kabel karena hilang dicuri.
“Panjangnya ada kalau 100 an meter. Kabelnya yang ada diarea persawahan dipotong diambil tembaganya,” tutur Roni.
Petani tidak melaporkan tindak kriminalitas tersebut ke Polisi. Petani memilih mengganti posisi kabel listrik yang sebelumnya terbentang di tanah dengan diberi tiang bambu.
“Sekarang kabelnya disangga bambu. Sejak saat itu aman sudah tidak dicuri lagi,” tambah Sutikno, petani lainnya.
Untuk diketahui, area lapangan minyak Kedung Keris merupakan lahan persawahan produktif. Setiap tahun bisa ditanami padi tiga kali.
Selain mengandalkan air dari Waduk Leran, Petani sekitar lapangan minyak Kedung Keris mengandalkan pengairan dari sumur sibel. Sumber mata air di wilayah ini cukup besar sejak adanya bendungan Bengawan Solo di Desa Padang, Kecamatan Trucuk.
Menurut petugas pintu air Waduk Leran I, Eko Purnomo, lahan baku pertanian yang mengandalkan air waduk seluas 1.100 hektar (ha). Lahan tersebut tersebar di Desa Leran, Sukoharjo, dan Ngujo, Kecamatan Kalitidu, serta Desa Sumbertlaseh dan Ngulanan, Kecamatan Dander.
Rata-rata produksi padi di sekitar lapangan minyak Kedung Keris bisa mencapai 7-8 ton/ha.
“Tapi air waduk biasanya habis setelah panen musim tanam dua. Petani kemudian menggunakan sumur sibel untuk mengairi sawahnya,” kata Eko dikonfirmasi terpisah.(red)




