SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Warga Dusun Maor, Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sekarang boleh bergembira dengan diresmikannya jembatan Clebung oleh Bupati Bojonegoro Dr. Hj Anna Muawanah, Minggu (01/11/2020).
Sekretaris Desa (Sekdes) Clebung Yusa Rofianto, mengaku, sangat bersyukur dengan diresmikannya jembatan Clebung. Sebab jembatan tersebut merupakan akses utama keluar masuk warga Dusun Maor menjalankan berbagai aktivitasnya.
Yusa, sapaanya akrabnya menuturkaan, jembatan yang mempunyai spesifikasi panjang 27 meter, dengan lebar 6 meter tersebut dibangun menggunakan anggaran dari program Corporate Social Responsibilty (CSR) dari SKK Migas sebesar Rp 2,6 miliar. Sedang pelaksanaannnya dikerjasamakan oleh TNI dari Kodim 0813 Bojonegoro melalui karya bakti skala besar (KBSB).
“Dengan rampungnya jembatan Clebung, warga kami kini tak lagi kesulitan beraktivitas masuk dan keluar Dusun Maor. Misalnya saat panen tiba,” kata Yusa, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (3/11/2020).
Sebelumnya, pada saat panen palawija, warga Dusun Maor yang mayoritas petani, lebih banyak bergantung pada tengkulak yang membawa truknya masuk melewati sungai untuk membeli hasil panen.
“Truk yang melalui sungai rodanya dililit rantai, Mas. Jadi bisa masuk membeli jagung hasil panen. Petani sini hanya bisa pasrah dapat harga rendah. Terpaksa diberikan tak ada pilihan lain, karena kesulitan membawa keluar hasil panenan,” ungkap Yusa.
Kondisi itu berlangsung selama dua tahun tersebut kini telah usai, karena dengan diperbaikinya jembatan yang sempat putus pada 2018 lalu membuka potensi peningkatan ekonomi untuk warga. Begitu juga para siswa lebih mudah dalam perjalanan menuju ke sekolahnya, serta layanan kesehatan lebih mudah diakses.
“Semoga ini menjadi titik awal dalam peningkatan ekonomi warga Maor,” imbuhnya.
Ditemui terpisah, Kepala Dusun Maor, Gunadi menuturkan, warganya saat ini sangat gembira jembatan sudah bisa dilalui dengan mudah. Disisi lain, pihaknya berharap agar kondisi jalan penghubung Dusun Maor dan Desa Clebung yang rusak ikut diperhatikan.
“Panjangnya kurang lebih 5,5 kilometer. Tetapi kondisinya banyak yang rusak, selebihnya berupa jalan berbatu. Semoga juga menjadi perhatian pihak terkait,” harap Gunadi.
Gunadi menambahkan, jalan berbatu menuju Dusun Maor tersebut sebagiannya masuk wilayah Perhutani. Tentunya ada kendala tersendiri yang menurutnya hanya bisa ditangani oleh Pemerintah Kabupaten.
Warga Dusun Maor sejumlah sekira 250 jiwa, terdiri dari 72 Kepala Keluarga (KK) tersebut harus bersusah payah saat melewati jalan yang kala ditimpa hujan menjadi licin. Hal ini sudah disampaikan secara langsung kepada Bupati Anna saat peresmian jembatan, dan ditanggapi dengan baik.
“Kami berharap Ibu Anna berkenan segera menindaklanjuti keluhan ini,” pungkasnya.(fin)