Saptoto Priyo Raharjo Terpilih Kembali Menjadi Ketua DPD LDII Bojonegoro Periode 2020-2025

21506

SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke IX Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Aula Ponpes Birrul Walidain Kelurahan Klangon, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berjalan kondusif, Sabtu (28/11/2020). Saptoto Priyo Raharjo terpilih kembali menjadi Ketua DPD LDII Bojonegoro periode 2020-2025 secara aklamasi.

Musda dibuka Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dan dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Alamul Huda, Ketua DPW LDII Jawa Timur Amrodji Konawi.

Sekretaris Panitia Musda LDII Bojonegoro Moh Nasikin menjelaskan, musda diikuti 31 peserta yang berada dalam forum. Ada 14 titik yang mengikuti musda secara daring.

“Karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, Musda diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, peserta musda yang berada dalam forum juga dibatasi,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.

Dia mengatakan, Saptoto Priyo Raharjo terpilih kembali menjadi Ketua DPD LDII Bojonegoro secara aklamasi. Seperti mekanisme pelaksanaan Musda IX kali ini dibentuk menjadi empat korcam oleh pimpinan musda. Empat korcam tersebut menyatakan menerima Laporan Pertanggungjawaban (LPj) ketua masa bhakti 2015-2020 tanpa catatan. 

Baca Juga :   HKB Sambut Baik Bupati dan Wabup Bojonegoro Berencana Hidupkan Kembali Kontraktor Lokal

“Selanjutnya memutuskan calon tunggal yaitu H. Saptoto Priyo Raharjo sebagai Ketua DPD LDII Kab Bojonegoro periode 2020-2025,” kata Nasikin.

Ketua DPW LDII Jawa Timur Amrodji Konawi berharap, kepengurusan kedepan bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. LDII juga harus memberikan warna dengan baik bagi pembangunan Bojonegoro dari tingkat desa hingga kabupaten. 

“Diawali dari internal agar organisasi berjalan dengan baik. Selain itu, LDII harus bisa menjadi organisasi yang solutif bagi semua kalangan meskipun berbeda warna,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah yang hadir dalam musda mengatakan, suatu organisasi yang sehat pasti ada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Juga perputaran reorganisasi masih berjalan dengan baik, karena itu bisa menelurkan kepemimpinan dan kepengurusan. 

“Adanya organisasi bisa menjadi kekuatan kerukunan antar masyarakat,” kata Bupati. 

Bupati Anna menuturkan, peran LDII sangat dibutuhkan untuk pembangunan Bojonegoro di berbagai sektor. Seperti layana kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. 

“Karena itu peran LDII penting untuk mengawal pembangunan Bojonegoro,” pungkasnya. (jk)

Baca Juga :   R. Teguh Santoso : Bupati Bojonegoro Salah Gunakan Wewenang dan Sewenang-wenang


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *