SuaraBanyuurip.com – Arifin Jahuari
Bojonegoro – Ketua Tim PKK Provinsi Jatim, Arumi Bachsin menghadiri penutupan Festival Milennial 2020 di Gedung Maharani Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) II Bojonegoro, Rabu (16/12/2020). Istri Wakil Gubernur, Emil Dardak, ini keliling stand melihat kerajinan yang dipamerkan dan memberi semangat kepada perajin melenial untuk terus maju mengembangkan usahanya.Â
Arumi menyampaikan, anak muda sebetulnya hanya butuh satu, kesempatan dan kepercayaan. Tetapi dirinya juga mengerti bahwa klien tidak mungkin percaya ataupun mau meresikokan sebuah proyek yang perencanaannya tidak ter-planning dengan baik.Â
Oleh karena itu, lanjut Arumi, melalui festival ini merupakan sarana bagi milenial untuk mendapatkan kepercayaan.Â
“Harapannya dengan kegiatan ini bisa mendekatkan antara pemerintah dengan pelaku milennial job center,” tandas mantan aktris yang pernah membintangi film pertamanya berjudul Bestfriend pada 2008 silam.
Festival Milennial 2020 dilaksanakan Bakorwil Bojonegoro II sejak tanggal 14 Desember 2020 hingga hari ini Rabu (16/12/2020).
Kepala Bakorwil II Bojonegoro, Dyah Wahyu Ermawati, mengatakan Festival Milennial tersebut bertujuan mendorong dan menyemangati kaum milennial pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pelaku Ekonomi Kreatif di Jawa Timur.
“Khususnya di wilayah koordinasi kami, yaitu Bojonegoro, Tuban, Mojokerto, Gresik, Nganjuk dan Jombang,” jelasnya pada awak media, Rabu (16/12/2020).
Kegiatan festival ekonomi milennial tersebut, lanjut Dyah Wahyu Ermawati, diikuti hampir 350 peserta di wilayah Bakorwil Bojonegoro, dan memang diperuntukkan terutama bagi kalangan muda pelaku (Usaha Kecil Menengah) UKM bidang ekonomi kreatif. Sehingga mereka akan mendapatkan wadah dimana mereka bisa menyalurkan kemampuannya, membangun jaringannya, dan mengembangkan proyeknya dengan kelompok dalam milennial job center.
Dijelaskan, di masa pandemi ini diperlukan suatu strategi pemulihan ekonomi, maka pihaknya berusaha mempertemukan orang-orang dari berbagai stake holder, akademisi, praktisi, pemerintah provinsi maupun kabupaten kota.
“Bahkan kita mendatangkan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas supaya mendapatkan impact bagaimana cara berpikir yang tepat untuk mengatasi ekonomi di masa pandemi ini,” tuturnya.
Pihaknya juga berharap kegiatan tersebut bisa menjadi inspirasi bagi semua pihak, bukan cuma di wilayah Bakorwil Bojonegoro saja. Tapi juga di wilayah Jatim atau bahkan Nasional.Â
“Acara ini karena cukup efektif dan membangun jejaring, mungkin kita akan lanjutkan pada tahun yang akan datang,” pungkasnya.(fin)