SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Peristiwa kebakaran kembali terjadi, mengakibatkan tiga rumah beserta isinya habis terbakar, dan berdampak pada kandang sapi terdekat, di Desa Wadang, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (01/02/2021) malam. Api sudah membakar sebagian rumah, saat pemiliknya sedang asyik menonton Televisi (TV).
Kepala Bidang (Kabid) Penyelamatan dan Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran (Dinas Damkar), Ahmad Adi Winarno mengungkapkan, kebakaran terjadi diperkirakan pukul 19.45 Wib.
“Dinas Damkar Pos Kota sampai di TKM (Tempat Kejadian Musibah) pukul 20.40 Wib, setelah sebelumnya menerima laporan pukul 20.03 Wib,” terang Ahmad kepada SuaraBanyuurip.com.
Dijelaskan, kebakaran berhasil dipadamkan pukul 22.20 Wib. Dengan mengerahkan 5 unit armada, terdiri 1 unit Fire Dome, 2 unit Water Supply, 1 unit 113 dan 1 unit Command Fire, beserta 19 personel terdiri 12 personel Pos Kota dan 7 Personel Pos Padangan. 1 unit Water Suppy Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan 3 personelnya turut membantu operasi pemadaman tersebut.
Saat memimpin langsung operasi pemadaman, Ahmad mengaku terkendala akses jalan menuju lokasi yang rusak, dan ditambah harus menempuh jarak yang lebih jauh. Penyebabnya, akses jalan terdekat tidak dapat dilalui armada Fire Dome dikarekanan jembatan yang sempit.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini, tetapi kerugian harta benda ditaksir total Rp 638 juta,” jelas Ahmad.
Diketahui, kebakaran tersebut menghanguskan 3 rumah berikut semua perabot dan 1 kandang sapi milik Lilik Kurniawati (29), menyebabkan kerugian senilai Rp 623 juta. Dan berdampak pada satu kandang sapi milik Rasmin (50) dengan taksiran kerugian mencapai Rp 15 juta.
Sementara, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ngasem, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agus Elfauzi menjelaskan, peristiwa kebakaran tersebut terjadi saat Lilik Kurmiawati dan Jumrodi sedang menonton TV di rumah Slokatan atau rumah joglo bagian depan. Saat itu keduanya mendengar bunyi kratak-kratak berasal dari joglo bagian belakang.
“Setelah dicek oleh kedua saksi, diketahui dua tiang joglo bagian barat atas sudah terbakar, selanjutnya keduanya meminta pertolongan warga sekitar untuk menyelamatkan barang-barangnya,” jelas AKP Agus Elfauzi.
Dari olah Tempat Kejadian Perkara, diduga penyebab kebakaran karena korsleting listrik. Dikuatkan dengan kondisi kabel yang menempel dinding rumah kayu ukuran 10×11 meter tersebut tidak pernah dicek keadaanya selama puluhan tahun.(fin)