SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Jakarta – Dewan Energi Nasional (DEN) memprediksi konsumsi minyak akan mengalami kenaikan sebesar 139% dan gas sebesar 298% pada tahun 2050. Kebutuhan minyak mentah nasional saat ini mencapai 1,8 juta barel per harinya, sedangkan produksinya hanya 705 ribu barel minyak per hari (bopd).
“Oleh karena itu, pelaku industri hulu minyak dan gas bumi (Migas) dituntut merumuskan dan mengeksekusi inisiatif tepat sasaran untuk memenuhi kebutuhan energi nasional dan memperhatikan fakta bahwa cadangan minyak di Indonesia menduduki posisi ke-27 di dunia,” ujar Anggota DEN, Satya Widya Yudha saat presentasi bertajuk “Peran & Strategi Humas SKK Migas dan KKKS mengawal target 2030: 1 juta Barrel dan 12 BSCFD†pada Pertemuan Bulanan Kehumasan merupakan pertemuan rutin yang diprakasai oleh SKKMigas untuk para praktisi kehumasan KKKS di industri hulu migas.
Pria yang juga Penasehat Ahli SKK Migas ini kemudian menguraikan profil produksi minyak terhadap target yang tertuang dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Profil tersebut menunjukkan bahwa selama periode 2015 – 2019, SKK Migas mampu menjaga target produksi diatas target produksi RUEN.Â
Berdasarkan data statistik bauran energi 2020 – 2050, SKK Migas mencanangkan program Long Term Plan (LTP) dengan target produksi 1 juta BOPD di tahun 2030 yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
“Juga memperkecil potensi volume minyak yang perlu diimpor,” tegasnya dilansir dari situs resmi SKK Migas.
Oleh karena itu, Satya Widya Yudha menekankan pentingnya para pelaku industri hulu migas untuk mengetahui dengan baik segala hal yang terkait dengan industri tersebut. Para praktisi humas juga diharapkan dapat menerjemahkan potret potensi yang dimiliki Indonesia dengan sumber daya alamnya dalam rangka mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bekerjasama menjaga, mengelola, serta memanfatkan yang negara ini miliki untuk kepentingan masyarakat secara luas.Â
Pertemuan Bulanan Kehumasan ini dilaksanakan secara virtual. Ditunjuk sebagai tuan rumah untuk mengorganisir dan menyusun agenda pertemuan adalah PETRONAS Carigali Indonesia. Pertemuan kehumasan tahun ini Mengangkat tema “Menyambut 2021: Isu Strategis Hulu Migasâ€.
Senior Strategic and Business Planning Manager dari PETRONAS, Muhammad Ezmeer Rahman, menyoroti tantangan yang dihadapi oleh praktisi humas, khususnya pada industri hulu minyak dan gas bumi, sebagai akibat dari merebaknya pandemi Covid-19 yang tidak terduga. Situasi ini mengharuskan para praktisi humas untuk terbiasa menyajikan ruang informasi dalam bentuk daring bagi pihak internal & eksternal dan untuk terus berinovasi secara kreatif dalam menyajikan serangkaian kegiatan komunikasi yang terorganisir melalui media digital.Â
Ia berharap para praktisi humas dapat terus bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam memberikan pemahaman komprehensif mengenai potensi serta kegiatan operasional hulu migas di Indonesia.Â
“Ini tentunya dapat membantu para praktisi humas dalam mempertahankan kepercayaan publik guna menyokong kesuksesan aktivitas hulu migas,” tegasnya.Â
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Susana Kurniasih, menekankan pentingnya penyesuaian rencana program Kehumasan dalam persetujuan WP&B di tahun 2020 dengan situasi pandemi saat ini, salah satunya adalah peninjauan kembali rencana realisasi program kunjungan lapangan untuk wartawan.Â
“Ide-ide kreatif merupakan hal esensial bagi praktisi humas untuk dapat berkontribusi melancarkan kegiatan industri hulu minyak dan gas bumi serta penerapan visi bersama yang telah ditetapkan dengan segala keterbatasan serta peluang yang ada saat ini,” pesan Susana.
Ia berharap tahun 2021 agar seluruh program kehumasan yang sudah direncanakan dengan baik dapat memberikan kontribusi dan hasil yang lebih signifikan dalam upaya mendukung kegiatan operasional industri hulu minyak dan gas bumi.
“Saya mengapresiasi kepada seluruh rekan-rekan kehumasan yang telah mengerahkan usahanya secara maksimal dalam mengawal realisasi program tahun 2020,” pungkasnya.Â
Dengan mempelajari isu-isu strategis yang telah teridentifikasi baik jangka pendek maupun jangka panjang, strategi kehumasan dalam media komunikasi perlu diselaraskan dengan tepat. Pertama, media dalam komunikasi yang saat ini sudah dikemas secara digital banyak memproduksi konten yang berupa gambar, infografis, ataupun video sehingga media cetak sudah perlahan mulai ditinggalkan.Â
Data statistik penggunaan media sosial di Indonesia per Januari 2020 menunjukkan bahwa terdapat sekitar 160 juta pengguna aktif media sosial dari keseluruhan jumlah populasi saat ini yang terdata mencapai lebih dari 272 juta jiwa. Youtube, WhatsApp, Facebook, Instagram, dan Twitter menduduki posisi lima teratas dari preferensi platform sosial media di Indonesia. Kedua, pemanfaatan teknologi dalam media komunikasi juga mengakomodir perilaku Generasi Y, Z, dan juga Alpha yang cenderung mencari kemudahan, eksistensi, dan pengulangan. Ketiga, kolaborasi menjadi hal yang diutamakan dalam mendukung efisiensi biaya dan juga sumber daya serta dapat dilakukan dengan cara memperkuat relasi dengan para pemangku kepentingan dan juga publik melalui aliansi strategis yang dapat berupa hubungan media, Corporate Social Responsibility (CSR), sponsorship, dan hal lainnya.Â
Pertemuan bulanan ini juga diisi dengan presentasi evaluasi kinerja tahun 2020 serta aktivitas-aktivitas yang tertuang dalam rencana program tahun 2021 yang disampaikan oleh beberapa pembicara dari SKK Migas Perwakilan, yakni: Rinto Pudyantoro, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua Maluku; Galih Agusetiawan, Kadep. Humas Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku; Sebastian Julius, Kadep. Humas Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi; Yanin Kholison, Spesialis Pratama Dukungan Bisnis; Andi Arie Pangeran, Kadep. Humas Perwakilan SKK Migas Sumbagsel; dan Dony Aryantho, Kadep. Humas Perwakilan SKK Migas Jabanusa.(suko)Â