SuaraBanyuurip.com -Â Â Ahmad Sampurno
Blora – Luberan minyak mentah dari kebocoran pipa milik Pertamina EP Asset 4 Field Cepu yang mengalir ke area persawahan Desa Sambong, Kematan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diserbu warga, Senin (12/4/2021).
Mereka mengambil minyak mentah dengan menggunakan gayung dari plastik di area persawahan yang habis dipanen. Sedikit demi sedikit cairan berwarna pekat itu kemudian dimasukan dalam botol dan jerigen yang sudah dipersiapkan.
Sekira pukul 17.33 WIB, jumlah warga yang datang semakin banyak. Baik anak-anak hingga orang dewasa tampak sibuk mengumpulkan minyak mentah.
“Saya barusan sore tadi. Dari jauh kok bau lantung. Katanya dari sawah. Saya langsung ke sini,” ujar Mbah Sumi, warga Sambong di sela-sela mengambil minyak mentah di area persawahan.
Wanita baya ini mengaku minyak mentah yang diambil itu rencananya digunakan untuk menyalakan api.Â
“Untuk masak, Mas,” ujarnya sambil melempar tawa.
Sumi dan warga lainnya rela berjibaku dengan lumpur sawah untuk mengambil minyak mentah.Â
“Tidak tahu jam berapa tadi. Saya tahunya sudah banyak di sawah,” ujarnya.
Menurutnya, belum ada petugas yang datang untuk membersihkan minyak mentah yang menggenangi sawah.Â
“Setahu saya belum ada,” ujarnya.
Senada disampaikan, Mbah Yati. Dia juga tampak sibuk di kubangan minyak bercampur air.Â
“Ya gini mas, cara memisahkan minyak dan air,” sergahnya.
Mbah Yati mengaku sengaja membuat cekungan tanah agar minyak dan air mengalir menjadi satu di dalam kubangan.Â
“Ini supaya saya mudah mengambilnya,” ujarnya.
Mbah Yati mengungkapkan jika lahan yang terdampak minyak mentah adalah tanah bengkok Kepala Desa Sambong dan sebagian lain lahan milik warga.Â
“Kira-kira 2,5 hektar. Kurang lebihnya itu,” ucapnya.Â
Suji, petani penggarap, menuturkan, kejadian kebocoran pipa minyak adalah kedua kalinya. Pertama tahun 2020 lalu dan sekarang ini.Â
“Tapi ini kelihatannya paling besar. Melihat luasan luberan minyak,” sambungnya.
Pantauan di lokasi, luberan minyak terluas di lahan yang sudah dipanen. Sebagiannya lagi di lahan pertanian yang siap panen.
Belum ada tim dari Pertamina EP yang datang membersihkan minyak mentah di lahan pertanian.
“Lahan saya beruntung sudah panen tiga hari lalu;” ujar Suji.
Ia mengaku akan mengurus ganti atas kerugian lahannya yang tercemar. Suji mengaku khawatir jika lahan garapannya tidak bisa ditanami lagi.Â
“Nanti tetap akan saya urus,” jelasnya.
CSR Staff Pertamina EP Asset 4 Cepu Field, Kautsar Restu Yuda menyampaikan, laporan dari lapangan luberan minyak di area persawahan telah dibersihkan. Bahkan dirinya mengaku telah berkomunikasi dengan Kepala Desa Sambong sebagai pemilik lahan untuk bertemu menyelesaikannya.
“Tadi laporannya sudah dibersihkan. Aku belum bisa kroscek karena masih cuti. Cuma terkait sawah, saya tadi sudah telpon dengan Pak Lurah Sambong, nanti kita akan ketemu untuk menyelesaikan terkait sawah tersebut,” ujarnya.(ams)