Pekerja Proyek Gas JTB Wajib Swab Antigen Dua Minggu Sekali

22881

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di proyek gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, diperketat. Selain pekerja harus melaksanakan protokol kesehatan, mereka wajib melakukan tes usap atau swab antigen setiap dua minggu sekali.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Gayam, Agus Haryana Panca Putra menyampaikan, pekerja proyek Gas JTB yang menginap (indekos) di rumah warga di desa-desa di wilayah Gayam wajib memiliki kartu hijau. Kartu ini berisi Swab antigen bebas Covid-19 rutin setiap 2 minggu sekali dari perusahaan.

“Untuk pegawai proyek sudah melaksanakan swab setiap 2 minggu. Ini saya lihat dari kartu hijau pekerja,” ujar Agus kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (3/7/2021) malam.

Hanya saja, Agus mengaku belum mengetahui jumlah pasti pekerja proyek Gas JTB dari luar daerah yang indekos di rumah-rumah warga di wilayah Gayam. Menurut dia, dari 12 desa di wilayahnya yang dijadikan tempat indekos terbanyak di Desa Gayam.

“Paling banyak di Desa Gayam. Kemarin saya sudah meminta Pak Sekdes untuk mendata dan mengirimkan datanya ke Kecamatan,” tegas Camat Gayam ini.

Selain wajib melakukan swab antigen setiap dua minggu sekali, tambah Agus, pekerja proyek gas JTB dari luar daerah Bojonegoro yang indekos di rumah warga juga harus menyetorkan surat izin cuti (pulang) dan masuk kerja lagi dari perusahaannya. Surat tersebut harus disertai dengan hasil pemeriksaan medis atau swab antigen.

Baca Juga :   SKK Migas Diminta Susun RDRTK

“Ini untuk membuktikan kalau kedatangan mereka lagi tidak membawa virus Covid-19,” tandas Agus.

Site Manager PT Rekayasa Industri (Rekind), Zaenal Arifin membenarkan jika pekerja proyek gas JTB wajib melakukan swab antigen setiap dua minggu sekali. Swab antigen tidak hanya diberlakukan bagi pekerja dari luar daerah, namun juga terhadap pekerja lokal Bojonegoro.

“Semua karyawan wajib.  7.000 pekerja proyek JTB harus melaksanakan antigen setiap 2 minggu sekali yang dilakukan di dalam proyek. Baik tenaga Kerja lokal maupun non lokal,” ujar Zaenal dikonfirmasi terpisah, Minggu (4/7/2021). 

Dikatakan, sebelumnya untuk membuktikan para pekerja proyek Gas JTB bebas Covid-19, perusahaan memakai rapid tes. Namun sejak 6 bulan lalu beralih ke swab antigen. 

“Ini gratis. Biaya tidak dibebankan ke pekerja namun menjadi tanggung jawab dari Rekind dan PEPC. Hal ini guna menghindari dan memutus penyebaran Covid-19 di area proyek JTB dan memastikan pekerja yang aktif adalah bebas Covid,” tegas pria asli Tuban ini.

Karena jumlah karyawan proyek gas JTB sebanyak 7.000 orang dan setiap dua minggu sekali wajib mengikuti swab antigen, lanjut Zaenal, maka setiap hari 500 – 600 orang pekerja mengikuti kegiatan tersebut secara periodik.

Baca Juga :   Dibayar Rp1 Milyar, Pemblokiran Selesai

“Untuk mendukung jegiatan swab antigen harian ini, kami telah menyiapkan 4 dokter dan 10 paramedic,” ucapnya. 

Zaenal menjelaskan, bagi pekerja proyek gas JTB yang hasil swab antigennya positif langsung dikarantina dengan pengawasan medis. Selain itu mengikuti standar prosedur Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro.

“Team Medic Rekind selalu koordinasi dengan Dinkes Bojonegoro,” tandasnya.

Zaenal memastikan sejauh ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam kegiatan di proyek Gas JTB karena prokes di proyek dijalankan dengan baik termasuk wajib menggunakan masker bagi pekerja sejak keluar dari rumah dan selama Kegiatan di site.   

“Bagi yang tidak memakai masker saat masuk gate 1 # 3 sudah dilarang masuk dengan kontrol Ketat dari team safety dan security,” pungkasnya.(suko)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *