SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Dalam dua tahun terakhir Pertamina EP (PEP) Field Cepu melakukan beberapa kegiatan tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social and Responaibility/CSR) di tiga Kabupaten yang menjadi wilayah operasinya. Meliputi Kabupaten Blora, Jawa Tengah, serta Kabupaten Tuban dan Bojonegoro Jawa Timur.
Adapun program CSR yang dilaksanakan, meliputi beberapa bidang yaitu kesehatan berupa pemberian bantuan penanganan COVID-19. Sektor lingkungan berupa penataan teksas wonocolo. Bidang infrastruktur dan keagamaan berupa bantuan pembangunan masjid. Serta edukasi wisata rusa, serta pembangunan lampu hias asmaul husna.
Menurut Ahmad Setiadi Senior Officer Relations & CID Pertamina EP Cepu Zona 11, Field Cepu juga turut serta pada bantuan kebencanaan baik lokal maupun nasional.Â
“Sebagai KKKS Industri Hulu Migas, PEP Cepu Field melaksanakan program mengacu pada Work Program dan Budget yang telah disetujui SKK Migas,” ungkapnya, Rabu (7/7/2021).Â
Sementara, lanjut dia, program pemberdayaan masyarakat dikembangkan melalui inovasi Sistem Pertanian Sehat Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan (PSRLB) di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora. Tjuannya meningkatkan taraf perekonomian masyarakat petan. Â
“Dengan menjadikan desa binaan sebagai sentra produk beras organik dan herbal olahan bagi kebutuhan masyarakat setempat dan sekitarnya. Program ini telah berjalan sejak tahun 2019 hingga 2021 ini,” ujarnya.Â
Perkembangan yang dicapai dari program ini, menurut dia, dimulai dari Desa Bajo, lalu berkembang ke Desa Tanjung, Desa Ngraho, Desa Sogo, Desa Sidorejo, dan Desa Wado.Â
“Inovasi program diantaranya berupa, Pemanfaatan limbah kotoran hewan dan sisa tanaman budidaya, Penyediaan beras sehat, Warung herbal dan penyedia sayuran organik Kegiatan studi petani (lahan praktek),” jelasnya.
Program ini dilatarbelakangi oleh pekerjaan warga Desa Bajo yang didominasi di bidang pertanian dan perkebunan. Mata pencaharian di bidang pertanian ini cukup mendominasi karena didukung kondisi desa yang sebagian besar lahan pertanian.Â
Sebagian besar wilayah desa berupa sawah lebih kurang 386 hektar (Ha) yang dapat dijadikan sebagai sumber penyokong ekonomi masyarakat. Selain itu juga lahan yang berupa tegalan dan pekarangan masih bisa dioptimalkan pemanfaatannya untuk menambah penghasilan keluarga. Tegalan dimanfaatkan sebagai kebun, sedangkan pekarangan dapat ditanami dengan sayuran atau apotik hidup.(ams)