SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) minyak dan gas bumi (Migas) Blok Tuban, PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Sukowati Field, melaksanakan sosialisasi Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) Bidang Ekonomi Tahun 2025.
PPM Bidang Ekonomi 2025 ini menyasar desa sekitar wilayah Lapangan Migas Sukowati. Tujuan yang hendak dicapai yakni mendorong terwujudnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Ngampel sebagai desa penghasil migas agar naik kelas.
Sosialisasi dipusatkan di Balai Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggandeng mitra pendamping program dari organisasi non profit, Lestari Muda Indonesia. Sesuai tujuannya, agenda ini mengusung tema “UMKM Naik Kelas”, Kamis (13/11/2025).
Sebanyak 50 peserta mengikuti sosialisasi. Terdiri dari empat kelompok budidaya ikan lele, masing-masing beranggotakan 10 orang, serta 10 anggota kelompok binaan UMKM “Ampel Apik”.
Camat Kapas, perwakilan Pertamina EP Sukowati, Kepala Desa Ngampel, Kepala Desa Sambiroto, dan Kepala Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro Kota hadir pula dalam agenda.

Camat Kapas, Zenny Bachtiar, menegaskan pentingnya sinergi antar pihak dalam pengembangan potensi desa. Ia menilai, pembinaan yang dilakukan oleh Pertamina EP Sukowati bisa menjadikan masyarakat Desa Ngampel lebih sejahtera dengan cara memanfaatkan potensi desa yang ada.
“Potensi desa memang harus dikelola dengan baik. Melalui pendampingan dan kolaborasi antar lembaga, perkembangan ekonomi masyarakat bisa lebih cepat tercapai,” tegasnya.
Sementara Manager Pertamina EP Sukowati, Arif Rahman Hakim, diwakili oleh Galih Agusta, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar wilayah kerja migas di Bojonegoro dan Tuban.
Bahkan, keberadaan UMKM Center yang dibangun, menjadi wadah penting bagi para pelaku usaha binaan untuk saling berkolaborasi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, sehingga pertumbuhan ekonomi desa benar-benar bisa “naik kelas.”
“Kami berharap, dengan adanya program ini, potensi desa bisa memberikan dampak nyata bagi peningkatan nilai ekonomi masyarakat Desa Ngampel, khususnya,” ucapnya.

Ketua Lestari Muda Indonesia, Danial Wahyu Al-Haqqy, memaparkan arah program PPM tahun 2025 yang berfokus pada pengembangan usaha kelompok ikan lele. Usaha tersebut akan dikolaborasikan dengan UMKM Ampel Apik untuk menghasilkan produk olahan berbahan dasar lele.
Selain itu, program juga mencakup pengembangan UMKM Center sebagai pusat kegiatan kelompok binaan Pertamina EP Sukowati serta pemberian bantuan pakan tambahan bagi peternak ayam petelur di wilayah sekitar.
Danial menegaskan pentingnya kolaborasi aktif dalam setiap program pemberdayaan masyarakat. Sebab, kata dia, hadirnya Lestari Muda Indonesia bukan sekadar menjadi teman diskusi, tetapi juga memastikan masyarakat berhasil mengelola potensi desa melalui kerja kelompok.
”Mari bersama-sama memunculkan inovasi dan ide baru untuk meningkatkan kualitas produk serta keahlian, demi terwujudnya UMKM naik kelas,” paparnya
Program yang disosialisasikan tersebut mendapat sambutan baik dari Kepala Desa Ngampel, Purwanto. Karena kelompok yang dibentuk mendapatkan manfaat yang berkelanjutan. Maka diperlukan pula pendampingan serta pembinaan untuk mengawal dan membersamai kelompok.
“Program lele di tahun 2024 lalu yang didampingi Lestari telah berhasil melakukan budidaya. Ini harus terus dikawal sampai Desa Ngampel benar-benar dikenal sebagai Desa Lele,” tandas purnawirawan TNI-AL ini.
Pada akhir sesi sosialisasi, para pelaku UMKM menerima bantuan dari Pertamina EP Sukowati secara simbolis.(fin)





