SuaraBanyuurip.com -Â Joko Kuncoro
Bojonegoro – Tape ketan bikinan Efi Hiftiyanti punya rasa yang khas. Selain itu juga punya varian warna banyak bak pelangi, seperti merah daun suji, hijau daun pandan hingga ungu.
Efi menceritakan awal mula bisnis kuliner tape ketan adalah dari kebiasaan keluarganya membikin tape ketan. Perempuan asal Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini kemudian mulai berinovasi membuat tape pelangi agar terlihat lebih menarik.
“Ya, agar terlihat menarik dan unik akhirnya membuat tape ketan berbagai varian warna. Dan menyajikan kuliner tradisional tape ketan yang unik,” katanya, Rabu (4/8/2021).
Banyak varian warna tape ketan putih, merah daun suji, hijau daun pandan, tape ketan hitam bahkan tape ketan ungu. Saat ini, ia setiap hari mampu memproduksi hingga 5 kilogram ketan. Bahkan, saat ramai pemesanan bisa mencapai 10 kilogram tape ketan.
“Kalau pandemi Covid seperti saat ini tetap berjualan. Sebelumnya, jualan di Kahyangan Api karena tutup pindah di rumah dan jualan di kios rejeki tepatnya di Taman Rajekwesi,” ungkapnya.
Proses produksi tape ketan terbilang cukup sederhana, akan tetapi membutuhkan kesabaran ekstra. Misalnya dalam sehari bisa membuat 6 ikat tape pelangi dari satu kilogram tape ketan.
Satu ikat tape ketan pelangi Efi menjual dengan harga yang cukup terjangkau. Yakni mulai Rp 10.000 berisi 10 bungkus tape pelangi. Sedangkan, untuk penjualan tape ketan pelangi, ia memanfaatkan jejaring sosial media.
Bahkan, ia mendirikan lapak di sekitar outlet wisata Kahyangan Api maupun pusat oleh-oleh yang ada di sekitar Taman Rajekwesi Bojonegoro. Juga, segmentasi pasarnya pun kini merambah konsumen hingga luar kota sebanyak 300 bahkan 400 ikat tape ketan.
Evi berharap, produksi kuliner tradisional tape ketan miliknya selain dikenal sebagi kuliner khas Bojonegoro juga bisa merambah produksi hingga seluruh kota se-Indonesia. Sehingga geliat perekonomian Industri Kecil Menengah (IKM) Bojonegoro bisa bangkit kembali di tengah Pandemi Covid-19.
“Harapan kami melalui produksi tape ketan pelangi nantinya bisa dikenal di seluruh Indonesia kuliner tradisional khas Bojonegoro, terlebih memang sasaran penjualan di lokasi wisata,” harapnya.(jk)