SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro, Jawa Timur menggelar pelantikan pengurus dan talk show kebangsaan di Aula Rusunawa PC NU Bojonegoro, Minggu (8/8/2021). Pelantikan bertajuk “Resolusi Gerakan PMII Menuju Peradaban Baru” itu memiliki misi intelektual dan SDM unggul menyambut era industri 4.0.
Ketua Panitia Kegiatan Rizkun Navi’a Darojah mengatakan, di masa mendatang tentu sumber daya manusia (SDM) unggul sangat dibutuhkan baik kemampuan intelektual maupun keahlian teknologi informasi. Hal tersebut karena untuk menjawab tantangan zaman dan melahirkan generasi baru, yang akan memaknai dan mengukir zamannya sendiri.
“Oleh karena itu perlu adanya proses panjang, sehingga para regenarator itu siap untuk menjalankan dan mengembangkan organisasi itu di sepanjang zaman. Tentu PMII sebagai salah satu elemen mahasiswa dan organisasi kepemudaan juga mempunyai peranan yang sangat penting bagi perkembangan bangsa Indonesia,” kata Rizkun sapaan akrabnya.
Maka berdasarkan konteks pemikiran dan gerakan serta sistem arah gerak yang telah ditentukan tersebut. Sebagai rangkain dari Pelantikan PC PMII Bojonegoro masa khidmat 2021-2022 adalah Talk Show Kebangsaan sebagai ajang untuk apresiasi, pengembangan, dan pengabdian diri sebagai pemuda tanah air senantiasa berusaha meningkatkan gerakan intelektual dalam organisasi.
“Yakni untuk melakukan perubahan demi Indonesia tercinta, hingga terciptanya masyarakat adil dan makmur,” katanya.
Dia menambahkan, pelantikan ini, kata dia, tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Terbukti dengan tamu undangan yang dibatasi 50 persen dari kapasitas forum. Dan pelantikan juga digelar secara virtual yang diikuti kader PMII se Bojonegoro.
Sementara itu Ketua Umum PC PMII Bojonegoro Herri Siswanto menjelaskan, gerakan menuju peradaban baru sebagai mahasiswa Islam Indonesia dan eksponen pembaharu bangsa yang berintelektual harus komitmen meningkatkan SDM unggul. Dan membebaskan bangsa Indonesia dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan baik spritual maupun material dalam segala bentuk.
“Sebab di tataran nasional harus disadari bahwa satu usaha peningkatan pembangunan tidaklah berjalan secara maksimal kalau tidak ditopang oleh struktural kelembagaan yang kolektif dan kualitas SDM,” jelasnya.
Maka, lanjut dia, perlu mempersiapkan SDM unggul ditubuh PMII sebagai tantangan menjawab tantangan zaman. Hal itu karena pengetahuan dan teknologi sangat dibutuhkan di era industri 4.0.
“Karena setiap manusia dituntut mempunyai keahlian di antaranya pandai berbahasa,” ujarnya.(jk)