SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Operator Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama mitra pendamping, Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyu Urip Bangkit (LIMA 2B), melaksanakan sosialisasi program aksi kemitraan untuk pemberdayaan masyarakat (Patra Daya) pembangunan infrastruktur tahun 2021 di lima desa di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (16/9/2021).
Sosialisasi dibagi dua sesi. Pertama di tiga desa meliputi Desa Begadon, Bonorejo, dan Beged. Sosialisasi akan dilanjutkan ke dua desa lainnya yakni di Desa Mojodelik dan Katur, Kecamatan Gayam, pada Sabtu (18/9/2021).Â
 Kepala Desa Bonorejo, Rachmad Aksan menyampaikan terima kasih atas program-program CSR yang sudah diberikan EMCL selama ini. Termasuk program infrastruktur yang akan dilaksanakan kali ini.Â
“Program-program yang diberikan sangat dirasakan manfaatnya masyarakat Bonorejo,” ujarnya saat sosialisasi di balai desa.Â
Menurut dia, program infrastruktur kali ini difokuskan untuk pengembangan fasilitas infrastruktur di Embung Bonorejo. Lokasi program ini dipilih untuk menjadikan embung menjadi destinasi wisata, pemancingan dan mendukung sektor pertanian.Â
“Program infrastruktur di embung ini sudah lama ditunggu-tunggu warga, karang taruna dan BUMDes. Karena ini akan menumbuhkan ekonomi masyarakat di sini,” jelas kepala desa tiga periode ini.Â
Aksan, sapaan akrab Kades Bononerjo, berharap kerja sama yang sudah terjalin dengan baik antara EMCL dengan Pemerintah Desa Bonorejo selama ini dapat terus berkelanjutan. Sebab masih banyak infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengembangkan embung. Seperti musola, toilet, tempat sampah, pagar. Â
“Rencana kedepan kami ingin di embung nanti ada joglo untuk sarasehan kegiatan masyarakat,” pungkasnya.Â
Perwakilan EMCL, Ali Mahmud menyampaikan, program pengembangan masyarakat yang dilaksanakan telah mendapat persetujuan dari SKK Migas. Ada tiga program pengembangan masyarakat yang dilaksanakan EMCL di wilayah operasinya yakni bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, Â Â
“Patra Daya pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan ini merupakan salah satu kontribusi kami untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat,” tegas Ali.Â
Ia menambahkan, sosialisasi yang dilaksanakan merupakan bentuk keterbukaan pelaksanaan program. Sehingga masyarakat bisa ikut berpartipasi mengkontrol, mensukseskan, memiliki dan menjaga dari hasil program yang dilaksanakan.Â
Sementara Patra Daya pembangunan infrastruktur di Desa Begadon disepakati untuk pembangunan gedung perpustakaan. Sedangkan Desa Beged untuk membangun pelataran makam desa setempat.
Dalam sosialisasi ini juga sekaligus dibentuk tim pelaksana (Timlak) pembangunan infrastruktur di tiga desa.
Sosialisasi yang dilaksanakan hari ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat. Dihadiri kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan anggotanya, Tokoh masyarakat, BUMDes, perwakilan pemuda.(suko)Â