SuaraBanyuurip.com -Â Â Joko Kuncoro
Bojonegoro – Memiliki latar belakang profesi desain grafis, membuat Wahyu Pujianto tertarik untuk mengikuti lomba logo dalam rangka memperingati Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-344. Karyanya kemudian ditetapkan sebagai lomba dan mengalahkan 44 peserta lainnya.
Wahyu menuturkan dalam mendesain logo hanya membutuhkan waktu sehari saja karena telah memiliki konsep lama. Apalagi ia sudah lama berkecimpung di dunia desain, yakni sejak 2017 lalu. Meski dalam proses mendesain logo mengalami kesulitan seperti menyesuaikan tema lomba dan pewarnaan..”Pertama kali saya mengetahui info lomba desain logo HJB dari media sosial. Juga memang saya hobi desain,” kata lelaki asal Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur itu.
Kebetulan ia sudah memenuhi syarat untuk mengikuti lomba desain logo. Dengan didukung kemahirannya mendesain logo yang ia tekuni sejak lama khirnya ia tertarik untuk memeriahkan lomba HJB ke 344 ini.
“Saya mulai menekuni dunia desain sejak 2017 lalu. Awalnya saya tertarik dengan desain poster. Kemudian mencoba aliran seni wpap dan vector dan lambat laun saya mulai merambah ke desain logo sampai saat ini,” jelasnya, Senin (4/10/2021).
Tentu, Wahyu sapaan akrabnya dalam mendesain logo mengalami beberapa kesulitan seperti membuat bentuk logo sesuai tema, proses pewarnaan dengan filosofinya, penambahan ikon menyesuaikan karakteristik logo, serta mendesain seunik mungkin sehingga berbeda dengan lainnya.
Sebelum mendesain logo, ia melakukan riset terlebih dahulu seperti kecocokan tema, arti warna serta keunikan logo agar tidak mirip dengan logo yang sudah ada sebelumnya. Tentu logo HJB ke – 344 ini harus sesuai dengan potensi yang ada di Bojonegoro..Dalam mendesain logo, dia membutuhkan waktu sehari untuk mendesain logo HJB ini dengan melalui proses dan beberapa tahapan. Di antaranya seperti memahami tema dan membuat sketsa kasar. Setelah logo selesai, ia melanjutkan, kemudian baru di tracing dengan aplikasi desain dan membuat ikon pendukung.
“Serta membuat presentasi yang mewakili arti dari keseluruhan logo. Dan saya belum pernah mengikuti  lomba desain logo dan ini pertama kali,” katanya.
Secara garis besar logo HJB yang ia buat memiliki arti semangat gotong royong antara dengan masyarakat Bojonegoro membangun daerahnya. Yakni dengan tema “Pembangunan merata sejahtera terasa” merupakan wujud realisasi dari kesejahteraan yang saat ini sudah terasa di Bojonegoro.
“Baik itu infrastrukrut maupun sumber daya manusianya. Dengan adanya logo ini bisa turut memeriahkan HJB ke 344, terus membangun semangat gotong royong antara pemkab dengan masyarakat Bojonegoro agar terciptanya kesejahteraan yang merata,” tambahnya.(jk)