SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro — Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Nurul Azizah, mendorong percepatan perbaikan jalan nasional di sejumlah titik ruas Bojonegoro–Babat, khususnya di wilayah Kecamatan Baureno. Kerusakan jalan berupa aspal mengelupas dan lubang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan dan telah memicu kecelakaan lalu lintas.
Dorongan tersebut disampaikan Wabup Nurul Azizah usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa titik jalan nasional di wilayah timur Kabupaten Bojonegoro. Sidak dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak yang mengganggu mobilitas dan berpotensi mengancam keselamatan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Dalam peninjauan itu, Nurul Azizah mengaku melihat langsung kondisi aspal yang mengelupas dan berlubang di badan jalan. Ia menegaskan, kerusakan tersebut telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan publik dan harus segera ditangani.
“Jalur utama di Baureno memang membutuhkan penanganan segera. Jalan berlubang sangat berisiko dan dapat memicu kecelakaan lalu lintas,” kata Nurul Azizah dalam keterangan tertulis yang diterima Suarabanyuurip.com, Senin (26/1/2026).

Sebagai langkah konkret, Wabup Nurul Azizah, langsung berkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui sambungan telepon. Dari hasil koordinasi tersebut, PPK menyatakan komitmennya untuk mempercepat pengerjaan perbaikan jalan nasional di wilayah Baureno. Perbaikan direncanakan mulai dikerjakan pada Selasa (27/1/2026) besok.
“Saya berharap percepatan perbaikan ini dapat meningkatkan rasa aman dan memperlancar arus transportasi di salah satu jalur vital Kabupaten Bojonegoro,” tambahnya.
Selain perhatian dari pemerintah daerah, kondisi infrastruktur tersebut juga menjadi sorotan partai politik. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Supriyanto menilai, kerusakan jalan Babat–Bojonegoro telah berlangsung cukup lama dan berdampak serius terhadap keselamatan serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut pria yang akrab disapa Mas Pri itu, perbaikan jalan tidak bisa ditunda hanya dengan alasan administratif maupun kewenangan antarinstansi.
“Kami meminta pemerintah pusat, provinsi, dan daerah segera melakukan rehabilitasi menyeluruh agar jalan nasional ini memenuhi standar keselamatan dan kelayakan. Ini bukan sekadar soal lubang jalan, tetapi menyangkut nyawa manusia,” tegasnya.
Golkar Bojonegoro juga merekomendasikan adanya publikasi jadwal dan strategi pemeliharaan jalan secara terbuka agar masyarakat dan pihak terkait dapat memantau progres perbaikan.
”Kami juga mendorong penguatan masyarakat dalam pengawasan proyek dinilai penting agar hasil perbaikan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga Bojonegoro,” tandas pria yang aktif bersedekah saat subuh tersebut.(fin)





