SuaraBanyuurip.com -Â Â Ahmad Sampurno
Blora – Suasana haru menyelimuti prosesi pisah sambut Camat Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, di pendapa kecamatan, Kamis (7/10/2021). Mantan Camat Cepu, Luluk Kusuma Agung Ariadi, terbata-bata dan sesenggukan saat memberikan sambutan di hadapan tamu undangan.Â
 Maklum, Luluk, akrab disapa, sudah 2,5 tahun menjabat sebagai Camat Cepu. Banyak kenangan maupun pekerjaan rumah yang belum diselesaikan selama dirinya menjabat.Â
Namun, kini Luluk haru menempati jabatan barunya sebagai Staf Ahli Bupati Blora. Sebagai gantinya adalah Bambang Sugiyatno, yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Perhubungan Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub). Â
Dalam pisah kenal itu, tidak banyak yang Luluk sampaikan. Dia hanya mengucapkan maaf selama menjabat. Â
“Terus terang, saya tidak kuat manahan haru saat berdiri di depan,” ujar Luluk usai prosesi pisah sambut.Â
Menurutnya, masih ada pekerjaan yang belum tuntas di Kota Minyak – sebutan lain Kecamatan Cepu. Di antaranya, mengalirkan air dari Sungai Bengawan Solo sampai ke Desa Mernung. Seementara ini pekerjaan yang berjalan baru bisa memenuhi embung di Kelurahan TambakromoÂ
“Ini yang masih mengganjal. Saya berharap Pak Bambang bisa melanjutkan,” pesan Luluk.Â
Menurut dia, dengan terisinya embung itu bisa memenuhi kebutuhan air penduduk sekitar. Â
“Itu yang masih menjadi PR saya. Mudah-mudahan kedepan, permasalahan air di Cepu ini bisa terselesaikan,” harap Luluk.
Sementara itu Camat Cepu, Bambang Sugiyatno, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Bupati Blora yang telah memberikan amanah baru, sebagai camat. Dia juga menyampaikan selamat kepada Luluk atas jabatannya yang baru. Â
“Kami sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya, meskipun hanya ucapan terima kasih. Semoga bisa beradaptasi dan berkarya di tempat baru,” kata dia. Â
Bambang berharap di tempat baru memperoleh saudara yang banyak. Karena setiap jabatan fungsinya sama, yakni menjadi pelayan. Â
“Kami siap memfungsikan sebagai apapun,” tegasnya.Â
Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Cepu, Ngadi, mengungkapkan, selama kepemimpinan Luluk Kusuma Agung Ariadi, bisa dirasakan perubahan perbaikan di wilayah Kecamatan Cepu. Terutama dalam menata desa.Â
“Dengan Pak Luluk meneteskan air mata, itu sebagai tanda kita di sini dianggap sebagai keluarga. Bertugas menjadi camat di Cepu, bukan berdasarkan jam kerja. Sebab, kerja sampai larut malam. Dan pengabdian luar biasa yang kami rasakan,” ungkap Ngadi.Â
Ngadi berharap Camat Cepu yang baru juga bisa membawa dampak pembangunan maupun ekonomi.(ams)