SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Mother Station (MS) Compressed Natural Gas (CNG) beserta Pipa Gas rampung dibangun dan sudah diresmikan. MS CNG di Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini menumbuhkan harapan baru pertumbuhan ekonomi. Tak hanya ekonomi nasional, tapi juga sangat berpengaruh pada ekonomi lokal.
Infrastruktur ini dibangun oleh PT Pertamina Gas (Pertagas) yang berada di bawah PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) dan PT Pertamina (Persero). Proyek MS CNG meliputi pembangunan pipa gas sepanjang 4 kilometer (km) dan Mother Station dengan kapasitas 3,5 MMSCFD (Millions Standard Cubic Feet per Day).
MS CNG akan mengkompres gas yang bersumber dari Sumur Gas PT Pertamina EP Cepu ADK (PEPC ADK) Lapangan Alas Dara Kemuning (ADK) menjadi CNG dan Condensate.
“Dengan keberadaan infrastruktur ini, sangat penting bagi industri yang berbasis gas di Jawa tengah. Kenapa demikian? Karena keberadaan infrastruktur ini yang pertama, memotong rantai suplai CNG di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Selama ini kita suplai dari MS CNG di Jawa Timur,” kata Direktur Utama Pertagas, Wiko Migantoro saat berada di Blora.
Lokasi proyek MS CNG sangat strategis. Yakni berada di perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sehingga ditargetkan mampu menjamin kestabilan suplai energi bagi industri di penjuru Pulau Jawa. Selain itu, bisa memangkas rantai distribusi dan membangkitkan ekonomi lokal.
Wiko juga menjelaskan, jika fasilitas MS CNG berada di Blora, maka bisa memberikan harga yang kompetitif bagi konsumen. Tentunya, kata dia, juga akan mendorong pertumbuhan industri daerah, terutama industri yang memakai gas sebagai bahan bakar, seperti industri di wilayah selatan Blora.
“Kita ketahui kalau yang utara akan terhubung dengan pipa transmisi, namun masih ada yang di luar pipa yang belum terjangkau,” kata dia.
Keberadaan MS CNG di Blora, terang dia, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi stakeholder sekitar. Seperti Pemkab Blora, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta menyerap tenaga kerja lokal.
Akhir tahun 2021 ini, MS CNG ditargetkan mulai berproduksi. Manfaatnya akan dapat terus dirasakan hingga 12 tahun mendatang.
Lebih dari itu, dengan model pengelolaan gas seperti yang dilakukan Pertagas di Blora ini, bisa menjadi motivasi industri di hulu migas. Yakni, untuk berinvestasi menghasilkan gas-gas lainnya. “Karena ternyata kan ada yang bisa membeli gas kita,” katanya.
Sementara itu, Humas Pertagas Niaga, Ratna Dumila, menjelaskan keberadaan MS CNG di Jawa Tengah ini, menjadi capaian yang luar biasa.
“Kalau PEPC ADK itu sudah berproduksi gasnya sudah di sini, jadi kita menggunakan gas yang sumurnya ada di Jawa Tengah, untuk industri di Jawa Tengah, maupun ke seluruh penjuru Jawa,” ujar dia.
Kalau MS CNG ini nanti bisa berproduksi, posisinya lebih strategis. Dia bisa menyuplai gas untuk industri di Jawa timur, Jawa tengah, atau Jawa Barat.
“Kalau selama ini MS CNG berada di Jawa Timur. Sementara industri yang butuh, ada di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Proses distribusinya agak panjang. Tapi kalau posisinya berada di Jawa Tengah, kita tidak terlalu jauh,” tandasnya.
Adapun pangsa pasar produk dari MS CNG ini, sasarannya adalah pabrik-pabrik yang bahan bakarnya bisa dikonversi ke gas. Terutama wilayah-wilayah yang belum ada pipa gas. Saat ini sudah banyak industri yang bekerjasama dengan Pertagas untuk memasok CNG bagi keberlangsungan usahanya.
“Kalau CNG selama ini Pertagas niaga sudah menyuplai banyak, ada Nissin, ada Aroma Kopi di Demak, kemudian ada perusahaan tekstil, ada industri di Jawa Timur. Di Jawa Tengah itu beberapa sudah menggunakan CNG,” kata dia.
Ratna menambahkan, keberadaanya di Blora nanti bisa menyerap tenaga kerja dan bisa membangkitkan ekonomi.
“Pekerjanya ada di sini, ada ekonomi tumbuh di sini, diharapkan nanti bisa memberikan kontribusi positif,” ungkapnya.
Di sisi lain, Bupati Blora Arief Rohman sangat menyambut baik adanya pembangunan pipa dan MS CNG ini. Dia berharap keberadaan fasilitas gas alam ini bisa ikut menarik peluang investasi industri di Kabupaten Blora.
“Kami sangat senang sekali, terimakasih kepada Pertamina bersama seluruh anak perusahaannya yang telah mewujudkan mimpi kita. Karena memang sudah lama ditunggu untuk lapangan ADK (Alas Dara Kemuning) ini bisa beroperasi, semoga ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Blora dan bangsa negara,” terang Bupati.
Menurut dia, proyek ini menandakan bahwa Blora punya potensi besar di bidang energi gas untuk kepentingan industri nasional. Harapannya, gas yang dihasilkan tidak hanya dikirim untuk memenuhi kebutuhan industri ke kota-kota besar. Akan tetapi, bisa menarik peluang pendirian industri di Kabupaten Blora yang bisa berdampak pada terbukanya lowongan pekerjaan dan peningkatan ekonomi daerah.
“Kedepan juga akan disusun langkah untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam (SDA) di Blora. Yang utamanya sumber daya Migas,” jelas Bupati
Bupati juga sudah merencanakan bersinergi dengan BUMN dengan BUMD dalam mengembangkan dan mengelola potensi yang ada di Blora, khususnya berkaitan dengan sektor Migas.
“Termasuk dengan BUMD akan kita kerjasamakan, kita ingin sinergi antara BUMN dengan BUMD,” terang Bupati.
MS CNG yang berdiri di atas lahan seluas 5.000 m2 ini tepatnya berada di Jl Nasional Blora Cepu, Watulumbung, Desa/Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora. Meski baru berproduksi pada akhir 2021 ini, namun keberadaan MS CNG sudah memberi manfaat bagi warga sekitar.  Â
Kepala Desa Jiken, Sumani mengatakan sejak masa pembangunan, dampaknya sudah bisa dirasakan warga.
“Utamanya warga kami yang terlibat dalam pembangunan. Ada 15 orang yang ikut bekerja. Warung makanan juga laris selama ada proyek itu,†kata dia.
Pria ramah ini berharap, ketika fasilitas tersebut beroperasi penuh, akan bisa menyerap tenaga lokal lebih banyak. Ekonomi lokal bisa terangkat. Apalagi, direncanakan MS CNG akan beroperasi hingga 12 tahun mendatang.
“Bukan hanya tenaga kasar saja. Tapi bisa lebih dari itu,†ungkapnya.
Meski demikian, Sumani sangat berharap Pertagas selalu memperhatikan lingkungan, yakni dari program Corporate Social and Resposibility (CSR).
“Ada banyak yang perlu diperhatikan. Harapan kami ada dampak positif bagi warga,†jelasnya.(ams)