SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko
Bojonegoro – Sial dialami Era Ayu Anis (24 thn), dan putranya Muhammad Tegar Putra Pratama (5 thn), warga Rukun Tetangga (RT) 23, Rukun Warga (04), Dusun Sumurpandan, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Pasalnya warga desa ring 1 lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, tersebut mengalami kecelakaan di perempatan jalan crossing masuk wilayah Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Senin (08/11/2021) sekitar pukul 13.30 Wib saat hendak pulang dari wisata Phutuk Kreweng dengan mengendarai sepeda motor Vega R warna hitam.
Kecelakaan di jalur utama menuju proyek Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) itu bermula saat korban dari arah Selatan menuju Utara. Tepat di perempatan crossing tiba-tiba ada kendaraan roda empat dari arah timur. Karena tenaga kerja yang bertugas mengatur jalan proyek sedang di pos, dan tidak menjalankan tugasnya, korban terus berjalan akhirnya terserempet kendaraan roda empat dan jatuh. Diduga kendaraan roda empat tersebut milik perusahaan yang terlibat di proyek JTB.
“Saya tadi dari arah Selatan menuju Utara mau pulang. Biasanya tenaga kerja yang bertugas di crossing menghentikan pengendara kalau ada kendaraan yang mau lewat. Tapi tadi tidak, santai di Pos. Pas saya jatuh baru mereka ngatur arus lalu lintas,” kata Ayu Anis, saat ditemui SuaraBanyuurip.com di rumahnya.
Ayu menjelaskan, setelah mengalami kecelakaan langsung dibawa ke Puskesmas Gayam. Luka yang dialami kaki kanan lecet-lecet, dan pahanya terasa sakit seperti tergilir. Sedangkan putranya mengalami luka benjol di dahi kepala.
“Dari pihak perusahaan langsung turun tangan, Pak. Saya langsung diperiksakan. Saya tidak tahu Tegar membentur apa, dahinya benjol,” imbuhnya.
Salah satu saudara korban, Suraji menjelaskan, tidak tahu persis kendaraan roda empat yang diduga milik perusahaan yang terlibat di proyek JTB. Namun kejadian tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak perusahaan dan keluarga korban. Mengingat pihak perusahaan memiliki itikad baik langsung menanganinya.
Kendati ia berharap, pihak perusahaan, baik PT Rekayasa Industri (Rekind) maupun Pertamina EP Cepu (PEPC) benar benar menginstruksikan terhadap tenaga kerjanya yang di tugaskan di titik rawan kecelakaan untuk mengatur arus lalu lintas dengan sungguh-sungguh agar tidak lalai.
“Beruntung dalam kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa. Hanya luka ringan yang diderita korban. Dan sudah diselesaikan kekeluargaan. Pihak Rekind dan perwakilan PEPC sudah langsung menangani pengobatan korban,” ujar Suraji.
“Hari ini tadi kami sudah langsung melakukan penanganan pengobatan terhadap korban. Dan korban sesuai keterangan dari pihak Puskesmas Gayam lukanya ringan. Untuk santunan, besok akan kami bicarakan dengan pihak menejemen,” sambung Komdev Rekind, Andre saat berada di rumah korban.(sam)