493 Sumur Minyak Tua di Kedewan Legal, Produksi Capai 135 Barel Perhari

Sumur Tua Wonocolo

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Sebanyak 493 sumur minyak tua di Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang dikelola BUMD setempat, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) telah memiliki dasar hukum atau legal. Rata-rata produksi minyak sumur tua saat ini berkisar antara 130 hingga 135 barel oil per day (BOPD).

Manager Hukum dan Umum PT BBS Bojonegoro Budi Witoyo mengatakan, jumlah sumur minyak tua yang dikelola PT BBS sebanyak 493 sumur. Yakni rinciannya yang berada di Desa Dangilo ada 370, Wonocolo 93 sumur, dan Ngrayong ada 30 sumur. Semuanya berada di Kecamatan Kedewan.

“Semua telah memiliki dasar hukum. Selain jumlah itu belum termasuk dalam kontrak memproduksi minyak dengan Pertamina,” katanya, Selasa (14/12/2021).

Dia mengatakan, untuk mendapatkan kontrak atau dasar hukum sesuai dengan ketentuan permen ESDM nomor 1 tahun 2008 tentang pedoman pengusahaan pertambangan minyak bumi pada sumur tua harus mengajukan permohonan kepada kontraktor.

“Yakni dengan tembusan kepada Menteri c,q. Direktur Jenderal dan Badan Pelaksana dengan melampirkan dokumen administratif dan teknis,” jelasnya.

Baca Juga :   Diduga Surat DO Palsu Beredar di Sumur Tua

Budi menjelaskan, persyaratan dokumen adaministrasi dan dokumen teknis pengajuan kontrak harus dipenuhi. Di antaranya harus ada rekomendasi dari pemerintah kabupaten dan disetujui oleh pemerintah provinsi.

Sementara, ia melanjutkan, rata-rata produksi minyak sumur tua saat ini berkisar antara 130 hingga 135 BOPD. Sedangkan untuk ongkos angkat dan angkut ke penambang per Agustus 2021 lalu Rp 3.638.

“Faktor yang mempengaruhi harga ongkos angkat dan angkut menurun dipengaruhi oleh harga minyak dunia, ICP dan formula harga minyak setiap lapangan,” katanya.

PT BBS Bojonegoro, kata dia, berupaya meningkatkan produksi minyak dari sumur tua di antaranya mempermudah adminiatrasi dan media komunikasi aktif dengan penambang. Juga, mengakomodir kebutuhan penambang misalya dalam pengajuan reaktifasi sumur sehingga hasil minyak bisa dikirim ke MGS Menggung PT Pertamina EP di Cepu.

“Untuk target produksi tahun ini 2021 sekitar 120 BOPD dibanding tahun lalu 2020 ada peningkatan. Karena pandemi Covid harga minyak dunia turun drastis sehingga berpengaruh pada produksi minyak mentah,” jelasnya.(jk)

Baca Juga :   Pansus Dana Abadi Migas Tunggu Keputusan Gubernur

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *