PPSDM Migas Adakan Pelatihan Program Bantuan Masyarakat

24167

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Blora – Program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bantuan masyarakat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) dilaksanakan berdasarkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025 (MP3EI). Tujuannya mengembangkan potensi ekonomi wilayah di 6 (enam) Koridor Ekonomi Indonesia, yaitu: Koridor Ekonomi Sumatera, Koridor Ekonomi Jawa, Koridor Ekonomi Kalimantan, Koridor Ekonomi Sulawesi, Koridor Ekonomi Bali – Nusa Tenggara dan Koridor Papua – Kepulauan Maluku.

Selain itu pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan dan mewujudkan tenaga kerja yang terampil, kompeten dan berkualitas kualitas dalam rangka mendukung program kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sehingga Kementerian ESDM menunjuk PPSDM Migas untuk melaksanakan Pelatihan Program Bantuan Masyarakat dengan judul Operator Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Operator Pesawat Angkat Unit Rigger dan Operator Pesawat Angkat Unit Forklift yang diselenggarakan oleh PPSDM Migas.

Pada kesempatan kali ini, hadir Bupati Blora Arief Rohman yang memberikan pesan  Kepada peserta pelatihan.

“Saya mengharapkan peserta pelatihan ini mempunyai kompetensi dan siap bekerja setelah mengikuti pelatihan dan serifikasi di PPSDM Migas. Begitu juga selama pelatihan harus diikuti dengan serius dan gembira sesuai sehingga mendapatkan ilmu yang maksimal, dapat lulus semua dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai,” harapnya.

Baca Juga :   Sarankan Proyek J-TB Belajar dari Banyuurip

Pelatihan ini dibuka langsung oleh Kepala PPSDM Migas, Waskito Tunggul Nusanto yang turut memberi pesan kepada 100 orang peserta pelatihan agar mereka dapat memanfaatkan kesempatan yang langka ini sehingga dapat tercipat operator yang handal.

“Nanti yang belajar forklift harus bisa mengendalikan mobil forklift dari titik awal ke pemindahan berikutnya. Begitu juga dengan rigger, rigger itu adalah seorang signal man untuk memberi aba-aba seorang OPA. Yang perlu diketahui judul ini sudah diseleksi dan analisis karena pelatihan ini yang dibutuhkan di industry dan setelah ini silahkan adik-adik melamar ke industri di daerahnya masing-masing,”  jelasnya.

Kepala PPSDM Migas juga berharap kepada para peserta pelatihan setelah mengikuti pelatihan dan sertifikasi ini, Operator K3, Juru Ikat Beban dan Operator Forklift dapat mengisi dan terserap di industri di daerahnya.

“Kepada semua peserta wajib menerapkan prokes selama berada di sini. Kami meminta kerja sama yang baik karena seluruh peserta pelatihan ini membawa nama baik Kementerian ESDM dimulai dari sekarang,” pesannya.

Baca Juga :   PT MMP Optimis Mengawal Proyek Migas

Program Pelatihan Operator Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Operator Pesawat Angkat Unit Forklift dan Rigger dilaksanakan pada tanggal 10 Januari sampai dengan 27 Januari 2022 dilanjutkan dengan Sertifikasi pada tanggal 31 Januari sampai dengan 03 Februari 2022.

Kurilulum Pelatihan Operator Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Operator Pesawat Angkat Unit Forklift dan Rigger dilaksanakan dengan durasi 120 Jam Pelajaran terdiri dari 50 Jam Pelajaran Teori dan 70 Jam Pelajaran Praktik.

Peserta Pelatihan berasal dari Kabupaten Blora, Kabupaten Tuban, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Natuna, Kabupaten Sorong, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Dumai.

Selain itu juga dari Kabupaten Aceh Tamiyang, Kabupaten Lhoksumawe, Kabupaten Jabung Tanjung Barat, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Prabumulih, Kota Balikpapan, Kabupaten Tarakan, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Kepulauan Aru dan Kabupaten Teluk Bintuni.(adv/suko)



»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *