156 Jiwa Warga Desa Pelem Merasakan Fasilitas Air Bersih

24578

SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Bojonegoro – Sebanyak 156 jiwa dengan 49 Kepala Keluarga (KK) di Rukun Tetangga (RT) 17, Dusun Plukisan, Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kini telah merasakan lancarnya fasilitas air bersih melalui program penyediaan fasilitas air bersih. Setelah kurang lebih empat dekade mengalami kekeringan air bersih.

Program fasilitas air bersih yang diterima warga desa ring satu ladang Gas Jambaran-Tung Biru (JTB) tersebut barasal dari operator proyek Gas JTB, Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 yang disetujui oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Dalam pelaksanaannya, SKK Migas dan PEPC Zona 12 bekerjasama dengan Yayasan PARATAZKIA. Dan selama kurang lebih lima bulan melaksanakan kegiatan Program penyediaan fasilitas air bersih di Desa Pelem.

Ketua RT 17, Supriyono mengatakan, bahwa warga Dusun Plukisan ini selama 40 tahun lebih mengalami kesulitan air bersih terutama saat musim kemarau.

“Untuk mengatasi kesulitan air, Pemkab Bojonegoro selalu mengirimkan bantuan air bersih terhadap warga Plukisan,” katanya.

Dijelaskan, sebenarnya telah beberapakali mendapatkan berbagai program air bersih, namun belum ada yang efektif memenuhi kebutuhan air bersih untuk warga. Hal ini karena kondisi alam yang sulit mendapatkan sumber air. Hingga empat kali ganti kepala desa (Kades).

Baca Juga :   Beasiswa Pertamina Rosneft Luluskan 46 Warga Kilang Tuban

“Baru Pak Kades Sudawam ini yang mampu mewujudkan dengan mengajukan kepada PEPC untuk membantu kesulitan air bersih terhadap warga Plukisan,” jelasnya.

“Saya bersyukur saat ini hadir fasilitas air bersih sampai ke rumah warga masing-masing dengan saluran rumah berupa meteran dan kran air yang mengalir lancar,” pungkas warga desa ring 1 ladang Gas JTB.

Perwakilan Yayasan Paratazkia, Sudalhar menyampaikan, guna mendapatkan sumber, diawali dengan survei sumber air, diskusi dengan tokoh desa dan disepakati untuk memanfaatkan sumber sendang gede di Dusun Klubuk. Kemudian dilakukan pembentukkan HIPPAM Pelem Tirto Asri untuk pengelolaan.

Setelah memastikan kekuatan sumber air, dibuat lima sumur komunal dengan kedalaman masing-masing sumur 12 meter dan dihubungkan dengan 2.568 meter saluran pipa menuju tandon air ukuran 10x3x3 meter yang digerakkan pompa air dengan menggunakan listrik 5.500 watt.

Panjang lintasan kabel sejauh 835 meter, dan diatur dengan rumah panel di sendang gede. Kemudian air disalurkan melalui 49 sambungan rumah.

“Kegiatan sosial dan kesehatan yang menjadi fokus program kerja sangat mendapatkan support dari PEPC,” ujarnya kepada SuaraBanyuurip.com, Minggu (27/02/2022).

Baca Juga :   MCL Tak Beri Bantuan Keagamaan

Sementara PGA PEPC, Edi Arto menuturkan, program penyediaan fasilitas air bersih ini merupakan program pengembangan masyarakat yang dilaksanakan oleh Pertamina EP Cepu Zona 12 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream bekerjasama dengan Yayasan Paratazkia. Dan merupakan komitmen PEPC untuk dapat berkontribusi dalam pemenuhan energi negeri dan juga melakukan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

“Program penyediaan fasilitas air bersih ini mengcover kebutuhan air bagi 49 KK dan 156 jiwa di Dusun Plukisan. Sebagai salah satu bentuk komitment dalam berkontribusi untuk meningkatkan derajat kehidupan masyarakat di sekitar operasi Project JTB,” tandasnya.

“Kami mengucapkan terimaksih atas kepedulian PEPC dan Paratazkia terhadap warga Plukisan melalaui program penyediaan fasilitas air bersih. Semoga kedepan sudah tidak lagi kesulitan air bersih,” sambung Kades Pelem, Sudawam.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *