Tentang Janji yang Entah Kapan Dituai

24638

Sepanjang 2019 hingga 2021 Pertamina Rosneft telah menumpahkan anggaran Rp23 miliar untuk kegiatan CSR di lokasi kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban. Sedangkan di enam desa terdekat lokasi belum terasa geliat pemberdayaan untuk memandirikan warga secara masif.

———————————-

Geliat program pemberdayaan masyarakat masih terasa senyap di Desa Beji, Kecamatan Jenu, Tuban. Desa yang masuk terakhir sebagai wilayah ring 1 proyek Kilang Tuban yang digarap PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (Pertamina Rosneft) ini, belum pernah menerima bantuan pembangunan infrastruktur dari perusahaan yang akan beroperasi di sisi utara wilayahnya.

Walau demikian, data lapangan menyebut nelayan Desa Beji termasuk bagian dari 513 nelayan dari tiga desa yakni Desa Beji, Kaliuntu, dan Desa Mentoso, telah mendapatkan bantuan Asuransi Nelayan Mandiri pada bulan November 2020.  Asuransi dengan premi sebesar Rp100.000 per polis itu, berlaku setahun mulai 1 Desember 2020 hingga 1 Desember 2021. Tentunya saat ini sudah kedaluwarsa jika tak lagi diperpanjang.

“Pernah saya dan pengurus Karang Taruna diminta mengumpulkan nelayan terus didata Pertamina untuk menerima bantuan,” kata Ketua Karang Taruna Desa Beji, M Affan, saat dikonfrontir Suarabanyuurip.com melalui sambungan telepon seluler.

Tokoh pemuda yang kala itu berada di kota Surabaya, menyesalkan sikap Pertamina yang dianggapnya belum bisa menepati janji. Data nelayan calon penerima bantuan berupa barang senilai Rp2.000.000 per orang yang sudah digembol Pertamina hingga kini belum ada wujudnya.  

Sepanjang tahun 2019 hingga 2020, pernah pula diminta mendata warga lulusan pendidikan setingkat SMA. Data yang terkumpul dari 20 wilayah Rukun Tetangga (RT) itu, telah pula diserahkan kepada Pertamina Rosneft.

“Berkali-kali saya dan teman-teman disuruh mengumpulkan orang-orang, tapi tidak ada tindaklanjutnya,” kata pemuda dari desa seluas 3,47 Km2 yang dihuni 6.601 jiwa itu.

Tak adanya kepastian program kegiatan setelah pengumpulan data di lapangan tersebut, menjadikan warga meragukan komitmen Pertamina Rosneft. “Saya sampai malu kepada masyarakat karena dianggap berbohong,” kata Affan.

Walau demikian ia menyampaikan, ada sekitar 30 orang warga Beji dipekerjakan sebagai tenaga bersih-bersih lahan hutan (mungkin yang dimaksud pekerjaan land clearing yang menurut rilis Kadek Ambara Jaya melibatkan 1.220 orang-Red). Itu terjadi pada dua atau tiga tahun lalu.

“Selain itu tidak ada pelatihan atau program pemberdayaan masyarakat yang diterima pemuda Beji,” kata M Affan.

Oleh sebab itu ia heran dengan munculnya kabar, jika Pertamina sepanjang tahun 2019 hingga 2021 telah mengeluarkan anggaran Rp23 miliar untuk program TJSL. Affan beralasan lantaran hingga sekarang belum ada program pemberdayaan masyarat untuk pemuda di desanya.

Baca Juga :   Diinisiasi EMCL dan SKK Migas, Perempuan Indonesia Merajut Bojonegoro dan Tuban Semakin Mendunia

Sebagai warga yang sampai kini berdomisili di Beji, ia merasa desanya belum menerima dampak kegiatan CSR dari konsorsium perusahaan asal Indonesia dan negeri Beruang Merah. Padahal jumlah pemuda usia produktif dengan kisaran umur 15 hingga 44 tahun di desa ini, sesuai data BPS Tuban tahun 2019, sebanyak 2.903 orang. Warga usia kerja ini baginya layak menjadi pertimbangan serius.

Terkait program pemberdayaan masyarakat dalam skema CSR dan kegiatan penunjang lain dari perusahaan di enam desa terdekat lokasi, menurut Yuli Wahyu Witantra, sejak tahun 2019 Pertamina Rosneft menggandeng pihak ketiga. Diantaranya dengan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dalam program pemetaan sosial dan implementasi program TJSL.

“(Dengan) Universitas Ronggolawe (Universitas PGRI Ronggolawe/Unirow Tuban) dalam pelatihan-pelatihan pemberdayaan perempuan, serta Timers Institut dalam program pemetaan sosial,” kata Yuli, begitu ia akrab disapa, tanpa merinci bentuk kegiatan pemberdayaan perempuan seperti apa yang telah dilakukan tersebut.

“Kami ikut terlibat dalam melakukan mapping social di lokasi kilang dan memberi pelatihan kepada ibu-ibu nelayan,” timpal Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan Unirow Tuban, Dr Sri Rahmaningsih, saat dikonfrontir secara terpisah.

Pada konteks tersebut Unirow digandeng Unair Surabaya, karena dalam kontrak dengan Pertamina disyaratkan menggandeng perguruan tinggi lokal. Dalam kontrak selama setahun pada tahun 2020, tim yang didampingi para dosen perguruan tinggi yang sebelumnya berlabel IKIP PGRI Tuban itu, memberi pelatihan sepanjang bulan November hingga Desember. Setelah itu terhenti tak ada tindak lanjut karena kontrak dengan Unair purna.

“Dari perencanaan pelatihan untuk 100 orang hanya bisa diikuti sekitar 50 orang, karena ada pengetatan Pandemi Covid 19,” kata Rahma, demikian akademisi asal Banjarnegara, Jateng itu akrab disapa.

Puluhan perempuan keluarga nelayan dari Desa Mentoso, Kaliuntu, dan Desa Beji itu, menerima pelatihan pengolahan hasil laut. Diantaranya berupa, keterampilan ikan asap, abon ikan, dan pengolahan limbah ikan mulai duri hingga kulitnya untuk dijadikan makanan. 

Sedangkan program pemberian Asuransi Nelayan Mandiri untuk nelayan dari tiga desa, menurut Yuli Wahyu Witantra, merupakan program CSR bidang kesehatan. Di bidang ini juga mencakup pemberdayaan Posyandu di desa terdekat operasi, dan pemberian makanan bergizi untuk Balita.

Baca Juga :   Beasiswa Pertamina Rosneft Luluskan 46 Warga Kilang Tuban

Sementara itu untuk bidang pelestarian lingkungan, Pertamina telah menggelar penanaman 20.000 batang Cemara Laut di tiga pantai yang menghampar di wilayah Jenu. Termasuk pula bantuan bibit tanaman.

“(Hal itu) sebagai bagian dari upaya penanggulangan abrasi Pantai Utara Tuban,” tegas Yuli.

Pemberdayaan masyarakat juga terjadi di wilayah Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Tuban. Sekalipun bentuknya berupa bantuan pompa air untuk irigasi lahan pertanian.

“Saya lupa berapa jumlahnya, memang ada bantuan pompa air untuk irigasi pertanian,” kata Ketua Karang Taruna Desa Kaliuntu, Herno Bakti, secara terpisah.

Sesuai data yang dihimpun dari Kaliuntu, desa seluas 3,21 Km2 ini telah menerima bantuan Waring dari Pertamina Rosneft senilai Rp200.000.000 untuk nelayan. Termasuk disertakan Asuransi Nelayan Mandiri selama satu tahun kepada sekitar 70 orang, dan bantuan lain untuk nelayan pada tahun 2020 senilai Rp120.000.000.

“Program pelatihan ketrampilan dan sejenisnya untuk warga usia muda di Kaliuntu, memang belum pernah ada,” pungkas Herno Bakti.

Garapan pemberdayaan bidang pendidikan, tambah Yuli Wahyu Dwitantra, TJSL dari Pertamina mengarah pada beasiswa pelajar, dan kuliah program D3 Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu untuk warga terdekat operasi. Pada tahun 2019 sebanyak 21 anak lulusan SMA/SMK dari desa ring satu berangkat ke Cepu, Kabupaten Blora, Jateng. Kemudian disusul 26 anak pada tahun 2021. Mereka masuk asrama dan ditanggung seluruh biaya kuliah, praktikum, konsumsi, ujian dan sertifikasi keahlian sesuai program studi hingga lulus.

“Tahun 2020 program beasiswa tak diselenggarakan karena adanya kebijakan dari Kementrian BUMN, agar dana TJSL disalurkan dalam bentuk bantuan penanggulangan Covid 19,” jelas Yuli.

Besaran biaya untuk mahasiswa asal Kampung Kilang Jenu tersebut, jika mengacu pada Edaran bernomor: 01 Ed/DL.10.03/BPP/2022 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru PEM Akamigas Tahun Akademik 2022/2023  tertanggal 21 Januari 2022 yang diteken Direktur PEM Akamigas Prof Dr RY Perry Burhan MSc, untuk jalur kerjasama instansi/pemerintah setiap mahasiswa sebesar Rp38.000.000 per semester. Sedangkan jalur kerjasama industri Badan Usaha/Badan Usaha Tetap (BU/BUT) sebanyak Rp58.000.000 per semester.

Jika 47 mahasiswa—yang diproyeksi bakal menjadi pekerja di Kilang Tuban—masuk jalur kerjasama industri BU/BUT, setiap semester menelan biaya Rp2.726.000.000. Kalau sampai lulus angkanya mencapai Rp8.178.000.000. Itu belum termasuk biaya pendaftaran yang nilainya Rp300.000 per orang.  (teguh budi utomo/bersambung)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *