Dinilai Gagal, Bupati Tuban Takut Temui Massa PMII

IMG_20220620_154104

SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo

Tuban – Massa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), mengelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati setempat, Senin (20/06/2022).

Aksi demonstrasi ini, menyoal setahun kepemimpinan Bupati dan Wabup Tuban, Aditya Halindra Faridzky dan H Riyadi, dinilai gagal membawa perbaikan dalam memimpin daerah yang masuk lima besar termiskin di Jawa Timur. Lebih dari itu kebijakan yang dilakukan membikin gaduh masyarakat.

Dalam aksi turun jalan dengan pengawalan aparat Polres Tuban, massa yang dipimpin Ketua PC PMII Tuban, Khoirukum Mimmu’ani, mereka memanggul  keranda jenasah bertuliskan ucapan bela sungkawa atas hilangnya hati nurani Bupati dan Wabup Tuban.

Aini, demikian sapaan akrab Khoirukum Mimmu’ani, dalam orasinya menegaskan, untuk kesekian kalinya aktivis mahasiswa yang menjadi representasi rakyat tidak ditemui oleh Bupati Tuban.

“Apakah benar mereka yang dipilih oleh rakyat Tuban, masih pantas disebut pemimpin masyarakat Bumi Wali,” tegas mahasiswa berparas anggun itu dalam orasinya di depan Kantor Pemkab Tuban.

Baca Juga :   Sering Kecelakaan, Pertigaan Beged Bojonegoro Perlu Lampu Lalu Lintas

Perempuan aktivis muda itu menambahkan, Bupati jangan hanya reaktif dengan netizen di dunia maya saja, namun warganya datang ke kantor  malah menghilang bersembunyi.

“Bupati Lindra jangan cemen, temui kami,” teriak mahasiswi Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban itu.

PMII Tuban telah melakukan pendataan di lapangan terhadap kinerja Bupati dan Wabup Tuban sepanjang satu tahun. Aini pun membeberkan evaluasi yang harus dilakukan pemerintah di bidang ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya.

Menurut penilaian PMII, pembangunan infrastruktur yang digembar-gemborkan selama ini ternyata hanya sebatas janji politik. Terbukti banyak jalan yang jadi wewenang Pemkab Tuban rusak parah belum disentuh perbaikan, padahal jadi akses utama masyarakat.

Dicontohkan kondisi jalan di wilayah Kecamatan Senori, Kerek, Tambaboyo, dan Kecamatan Rengel yang seakan dibiarkan rusak. “Padahal prioritas dalam visi dan misinya fokus di pembangunan insfrastruktur,” kata Aini.

Dalam aksi di depan Kantor Pemkab sisi selatan Alun-alun Kota yang dipagar betis Polisi, dan Satuan Polisi Pamong Praja itu, para aktivis memperagakan akai treatrikal menggambarkan rakyat ingin bertemu pimimpinnya, tapi dihalang-halangi beberapa orang. Termasuk pula Bupati mendelegasikan bawahannya untuk menemui warga, alasannya sedang sibuk rapat tak bisa diganggu.

Baca Juga :   15.941 Orang Meninggal di Tuban Masih Tercatat Sebagai Pemilih  

“Alasannya selalu ada acara lain atau rapat, ternyata memang bupati tidak punya nyali untuk temui kami,” tegas mahasiswa.

Tak jelas dimana keberadaan Bupati Aditya Halindra Faridzky. Sedangkan Wabup H Riyadi saat ini masih berada di tanah suci menunaikan ibadah haji.

Dikonfirmasi sejumlah jurnalis, Kepala Dinas Kominfo Statistika dan Persandian Tuban, Arif Handoyo, mengatakan, Pemkab menyambut baik aksi demo mahasiswa, dan siap menerima aspirasinya untuk bahan evaluasi bagi pemerintah.

“Pemerintah sudah berupaya sebaik-baiknya menjalankan program dan kegiatan sesuai dengan visi misi,” kata Arif Handoyo seraya menambahkan, Bupati belum. Bisa menemui mahasiswa karena banyak kegiatan yang harus dihadirinya.(tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *