Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Tinggi muka air (TMA) di Taman Bengawan Solo (TBS) Bojonegoro, Jawa Timur masuk siaga kuning sekitar pukul 10.15 siang tadi. Ketinggian air diperkirakan masih akan ada kenaikan hingga sore nanti.
“Diprediksi masih ada kenaikan TMA untuk beberapa jam kedepan,” kata Petugas Pembaca TMA Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Budi Susanto.
Dia mengatakan, tentu jika terjadi hujan lokal tren muka air akan mengalami kenaikan. Untuk saat ini masuk siaga kuning sekitar pukul 10.15 sampai 13.53 siang tadi.
Sekedar diketahui, ketinggian air ditetapkan status siaga 1 atau hijau apabila TMA 12,06 meter. Sedang siaga 2 atau kuning TMA 13,06 meter, dan siaga merah atau siaga 3 TMA 13,04 meter ke atas.
“Kini, per jamnya kenaikan sekitar 5 sampai 6 sentimeter (cm), dan diperkirakan akan surut pada sore atau malam nanti,” katanya, Senin (24/10/2022).

Jalan masuk poros desa menuju ke Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno mulai terendam banjir.
© 2022 suarabanyuurip.com/Dok.Sukisno
Budi menjelaskan, penurunan TMA Sungai Bengawan Solo melambat karena hujan di berbagai wilayah merata. Selain itu, meski Karangnongko mengalami penurunan, akan tetapi TMA di TBS mengalami kenaikan.
“Ya salah satunya karena anak sungai TMAnya juga ikut naik sehingga aliran air melambat,” kata Budi.
Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Ardhian Orianto mengatakan, masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan diprediksi terjadi Oktober ini. Fenomena pancaroba, dimungkinkan akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai angin kencang dan petir.
“Saat ini wilayah Kabupaten Bojonegoro memasuki musim pancaroba. Sehingga, masyarakat harus berhati-hati terutama masyarakat di bantaran Sungai Bengawan Solo,” katanya.(jk)





