Air Bengawan Solo di Bojonegoro Berwarna Hitam, DLH Ambel Sampel

Air bengawan solo tercemar.
Petugas DLH Kabupaten Bojonegoro mengambil sampel air Bengawan Solo di Bendung Gerak untuk uji laboratorium. Tampak air Bengawan Solo berwarna hitam.(arifin jauhari)

Suarabanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro —  Air Bengawan Solo di sekitar Bendung Gerak, turut Desa Padang, Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tiba-tiba berwarna hitam sejak dua hari belakangan ini. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat telah mengambil sampel untuk uji laboratorium untuk memastikan kandungan air.

“Kami tahunya sudah sejak Senin (22/9) kemarin, sekitar magrib, tiba-tiba saja airnya (Bengawan Solo) berwarna hitam,” ungkap Kozim, warga yang tinggal di dekat Bendung Gerak.

Kozim mengaku kawatir, jika warna hitam tersebut merupakan limbah berbahaya yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu ia berharap dinas terkait menanggapi secara cepat atas peristiwa ini.

“Mudah-mudahan airnya bisa bersih kembali,” harapnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Sekretaris DLH Kabupaten Bojonegoro, Benny Subiakto membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah mengetahui ihwal warna air Bengawan Solo yang berwarna hitam dari laporan warga. Untuk itu DLH telah menerjunkan petugas di lokasi.

“Petugas DLH sedang melakukan pengambilan sampel kualitas air sungai untuk di uji dan ini sesuai PP Nomor 22 tahun 2021. Sampel ini kami kirim untuk uji di laboratorium pihak ke tiga di Surabaya, hasilnya baru bisa diketahui sekitar 10 sampai 15 hari ke depan,” tandasnya.(fin)

Pos terkait