Lapangan Migas Sukowati Jadi Target Injeksi CO2

Lapangan Migas Sukowati di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi target injeksi CO2.

Suarabanyuurip.com – d suko nugroho

Jakarta – Injeksi CO2 untuk EOR/EGR rencananya akan dilakukan di berbagai lapangan migas yang memiliki potensi dekarbonisasi. Lapangan migas Sukowati di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, merupakan salah satu lapangan yang potensial untuk injeksi CO2.

“Lapangan Sukowati merupakan one of the best candidate untuk pilot injeksi CO2. Sukowati tekanannya lebih tinggi, tidak sekomplek di Lapangan Jatibarang,” ungkap Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji dalam keterangan tertulisnya.

Selain Lapangan Sukowati, lanjut Tutuka, ada sejumlah lapangan migas lainnya yang dibidik untuk injeksi CO2. Di antaranya lapangan migas Gundih, Ramba Subang, Akasia Bagus dan Betung. Lapangan-lapangan tersebut dikelola Pertamina Hulu Energi (PHE).

“Potensi dekarbonisasi dari lapangan tersebut di kisaran 15 juta ton carbon equivalen,” tegas mantan Kepala PPSDM Migas itu.

Menurut Tutuka, injeksi CO2 yang dilakukan kawasan Asia Tenggara, di Rang Dong – Vietnam dan cukup berhasil. Peningkatan produksi yang diperoleh sekitar 1,5 kali.

“Injeksinya seperti ini juga, satu sumur dan bisa naik (produksinya) 1,5 kali. Dia lebih susah pengadaan CO2-nya, tapi berhasil naik 1,5 kali lipat,” paparnya.

Baca Juga :   Dongkrak Produksi Migas, Pertamina EP Bunyu Field Bor 2 Sumur

Tutuka mengungkapkan, berdasarkan studi yang telah dilakukan Lemigas Kementerian ESDM dan studi lainnya, Indonesia memiliki potensi storage sekitar 2 Giga Ton CO2 pada depleted reservoir migas yang tersebar pada beberapa area dan sekitar 10 Giga Ton CO2 pada saline aquifer di West Java dan South Sumatera Basin. Hasil kajian lain yang dilakukan oleh ExxonMobil memperkirakan potensi storage jauh lebih besar yaitu sekitar 80 Giga Ton CO2 pada saline aquifer, sementara dari hasil kajian Rystad Energy memperkirakan lebih dari 400 Giga Ton CO2 pada reservoir migas dan saline aquifer Indonesia.

“Kita sedang menyiapkan tim untuk memetakan potensi potensi kapasitas CO2 storage di Indonesia yang nantinya akan melibatkan berbagai pihak termasuk SKK Migas dan Pertamina,” pungkas Tutuka.

SVP Research Technology and Innovation Pertamina, Oki Muraza, menegaskan penerapan injeksi CO2 dalam teknologi CCUS merupakan komitmen Pertamina mendukung program pemerintah untuk mempercepat transisi energi dan mencapai target penurunan emisi sebesar 29 persen pada tahun 2030 dan Net Zero Emission pada tahun 2060.

Baca Juga :   PT Kilang Pertamina Internasional Kirim Pekerjanya Ikuti Pelatihan Operator Pengujian Air

“Implementasi injeksi CO2 akan menjadi tulang punggung Pertamina dalam meningkatkan produksi migas dan sustainability,” tandas Oki pada acara peresmian injeksi perdana CO2 ke sumur JTB-161 di Lapangan Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (26/10/2022) lalu.

Potensi dekarbonisasi tersebar di berbagai lokasi, di antaranya Jatibarang, Sukowati, Gundih, Ramba, Subang, Akasia Bagus dan Betung. Secara total, potensi dekarbonisasi di seluruh area Pertamina Hulu Energi (PHE), sebagai Subholding Upstream Pertamina, di kisaran 15 juta ton carbon equivalen.

“Saat ini sedang kita lakukan studi,” tambah Oki.(suko)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *