Gelar Bazaar Karya Kaum Difabel di Bojonegoro

Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya saat memberikan sambutan diacara bazaar karya kaum difabel.

Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Operator Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Yayasan Sikas Bhakti Nusantara menggelar Bazaar produk Difabel Bojonegoro dan Tuban di Galeri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Rumah Berkarya Difabel (RBD) di Jl. Meliwis Putih No.81 Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (27/12/2022). Dengan dihadiri lebih dari 100 peserta.

Hadir para stake holder Kabupaten Bojonegoro antara lain, Bappeda Dr. Wiwik Retnoningsih, M.Pd, Kepala Dinas sosial Drs. Arwan, M.SI, Sekretaris Dinas Perdagangan Agus Susetyo Hadiyanto, SSTP, Dinas Perindustrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sutikno Sakib, Camat Kota Mochlisin Andi Irawan, S. STP, Perwakilan EMCL Rexy Mawardijaya, Lurah Ngrowo di wakili Kasi Kesra Sri Utami, organisasi disabilitas, komunitas pegiat sosial, mahasiswa, masyarakat umum serta mitra UMKM RBD.

Perwakilan EMCL, Rexy Mawardijaya dalam sambutannya mengatakan, bahwa program ini merupakan komitmen pihaknya selaku operator Migas di Bojonegoro dalam pemberdayaan kaum difabel sejak tahun 2018.

“Kami menggandeng mitra dari Yayasan Sikas Bhakti Nusantara dalam pelaksanaan program pemberdayaan disabilitas. Mudah-mudahan kedepan teman-teman bisa lebih banyak berkarya untuk kemandirian, serta memberi manfaat yang lebih luas di masyarakat,” katanya.

Sementara, Manager Program Yayasan Sikas Bhakti Nusantara, M. Yasin menuturkan, program kali ini difokuskan pada optimalisasi rumah berkarya difabel sebagai galeri UMKM produk penyandang disabilitas.

Baca Juga :   RSUD Sosodoro Bojonegoro Belum Layani Swab Mandiri

“Namun selain sebagai galeri produk juga terdapat beberapa usaha lain. Antara lain menjahit, jasa angkut barang, kuliner serta pijat refleksi,” tuturnya.

Kepala Dinas Sosial Bojonegoro, M. Arwan, sedang melihat langsung produk karya dari kaum difabel.
© 2022 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari

Sedangkan bazaar, lanjut pria ramah ini, merupakan ajang unjuk karya produk disabilitas untuk diketahui oleh masyarakat luas sekaligus temu mitra UMKM RBD. Disebutkan yakni Nusantara Mart Sumberejo, Toko Afna Jaya Sarirejo, Bumdesma Kapas, Ma’arif Mart Balen, Toko Haji Ismail Pilanggede, Toko Putra Barokah 1 Dan 2 Bojonegoro, Sambel Alie Kraos Bogo, Mega Mart Balen, dan Cahaya Mart Prambatan.

“Bazaar ini juga sebagai rangkaian Program Pemberdayaan Ekonomi bagi penyandang disabilitas tahun 2022 yang didukung penuh oleh EMCL yang menampilkan produk tepung mocaf, nasi jagung instan, aneka camilan khas Bojonegoro, kuliner kikil RBD, kerajinan handycraft, juga jasa pijat,” ujar pria asli Balen ini.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Kepala Dinas Sosial, Drs. M. Arwan, M.SI sangat mengapresiasi program Bazaar produk difabel ini. Karena di Bojonegoro terdapat lebih dari 4.000 disabilitas dengan berbagai macam kategori.

“Kami berharap, aktifitas di Rumah Berkarya Difabel bisa terus dtingkatkan sehingga lebih banyak masyarakat yang tahu. Kami yakin teman-teman disabilitas ini bisa menginspirasi banyak pihak,” ucapnya.

Baca Juga :   EMCL dan Alas Institute Serah Terimakan Pembangunan TPS Ngringinrejo

Arwan melanjutkan, inspirasi itu bisa muncul dari salah seorang diantara para peserta. Dia kemudian menyebut Ngatini. Perempuan difabel yang punya brand atau merek produk “Ngatigun”. Brand ini merupakan akronim dari pasangan hidup bernama Ngatini dan Gunawan yang sudah mempunyai dua karyawan.

“Karyawannya ini justru dari orang non difabel. Oleh sebab itu, kepada EMCL diharapkan program semacam ini terus berkelanjutan,” harapnya.

Di tempat yang sama, Ketua RBD Bojonegoro, Alifi mengucapkan terima kasih kepada EMCL yang selama ini terus mendukung para difabel di Bojonegoro dan Tuban. Termasuk penyelenggaraan Bazaar yang terlaksana berkat dukungan operator Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris.

“EMCL telah mendampingi serta membekali para difabel dengan berbagai keahlian ekonomi. Sehingga kini para difabel sudah bisa mengemas dan menjual berbagai produk di masyarakat,” ungkapnya.

Meski begitu, Alifi berpendapat, produk-produk itu tidak berarti apa-apa jika tidak bisa dijual karena terhambat perijinan atau tidak terbukanya akses pasar. Oleh karena itu, dukungan Pemerintah menjadi penting.

“Karena itu kami juga mempunyai asa, inisiatif-inisiatif RBD mendapat bimbingan dan pendampingan dari Pemerintah. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga terus dibuka. Mudah-mudahan kedepannya akan lebih banyak lagi difabel yang tergabung di sini. Ini rumah kita semua,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *