Suarabanyuurip.com – d suko nugroho
Surabaya – Jumlah perempuan usia kerja di Jawa Timur terus meningkat sejak 2019 hingga 2021. Fenomena ini menunjukkan struktur penduduk Jawa Timur mulai beranjak menuju penduduk tua.
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah perempuan usia kerja di Jawa Timur pada tahun 2021 sebanyak 16,27 juta orang. Jumlah ini meningkat sebesar 0,74 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar 16,15 juta orang.
Melansir laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur dalam laporan Profil Angkatan Kerja Perempuan Provinsi Jawa Timur 2021 pada tanggal 4 Januari 2023, Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan menerangkan bahwa perempuan lanjut usia yaitu 55 tahun ke atas, setiap tahun menunjukkan peningkatan.
“Peningkatan tersebut dari 4,02 persen di tahun 2019, meningkat menjadi 4,32 persen di tahun 2020, dan terus meningkat menjadi 4,46 di tahun 2021. Fenomena ini menunjukkan struktur penduduk Jawa Timur mulai beranjak menuju penduduk tua,” ujar Dadang.
Dari 16,27 juta orang perempuan usia kerja pada tahun 2021, lanjut dia, perempuan yang memilih masuk ke dalam pasar tenaga kerja dan aktif secara ekonomi (kelompok Angkatan Kerja) lebih banyak daripada kelompok yang tidak masuk dalam pasar tenaga kerja (kelompok Bukan Angkatan Kerja).
“Perempuan yang masuk ke dalam Kelompok Angkatan Kerja sebesar 56,11 persen, sementara yang masuk ke dalam kelompok Bukan Angkatan Kerja sebanyak 43,89 persen,” kata Dadang.
Berdasarkan kegiatan utamanya, porsi terbesar kegiatan perempuan di Jawa Timur pada tahun 2021 adalah bekerja (53,25 persen). Kemudian disusul oleh mereka yang mengurus rumah tangga (33,59 persen), sekolah (6,53 persen), melakukan kegiatan lainnya (3,77 persen) dan menganggur (2,86 persen) dari total penduduk usia kerja.(suko)