SuaraBanyuurip.com – Kabar gembira bagi buruh rokok dan petani tembakau di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pemerintah kabupaten (pemkab) akan mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) paling lambat pekan kedua Mei 2026. Totalnya diperkirakan mencapai Rp 16,6 miliar.
Kepastian pencairan BLT DBHCHT disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di halaman Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker), Jumat (1/5/2026).
Ketua Cabang Federasi Serikat Pekerja (FSP) Rokok, Tembakau, Makanan, dan Minuman (RTMM) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bojonegoro, Anis Yulianti mengaku bahagia mendengar kabar akan dicairkannya BLT DBHCHT 2026 dalam waktu dekat ini. Sebab bantuan sosial ini sudah lama ditunggu ribuan buruh rokok di Bojonegoro.
“Tentu senang, karena selama ini mereka tanya terus kapan itu dicairkan. Alhamdulillah, Bu Nurul dan Pak Kadinsos tadi sudah menyampaikan paling lambat pekan kedua Mei,” tuturnya.
Anis menjelaskan, pencairan BLT DBHCHT ini menjadi salah satu tuntutan yang disampaikan buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026.
“Sebab data yang kami serahkan sudah lengkap. Tinggal klik saja,” tegasnya.
Alokasi BLT DBHCHT 2026 sebesar Rp 16,6 miliar. Jumlah tersebut menurun dibanding 2025 sebesar Rp 33,6 miliar akibat pemangkasan dana tranfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.
Jumlah penerima BLT DBHCHT 2026 sebenyak 18 ribu lebih. Rinciannya, 15 ribu untuk buruh rokok, dan 3 ribu untuk petani tembakau. Setiap buruh mendapatkan bantuan tunai Rp 1.800.000.
Wakil Bupati Nurul Azizah telah meminta Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro agar tidak menunda lagi pencairan BLT DBHCHT 2026. Untuk itu, dirinya mengajak Kepala Dinsos Agus Susetyo Hardiyanto hadir dan menyampaikan jawaban langsung sebagai bentuk komitmen dan tanggungjawabnya kepada buruh.
“Tadi Kepala Dinas Sosial bilangnya Juni baru bisa cair, terus saya bilang, ora iso, kok molor Juni ki piye. Maka sekarang saya beritahu ojo sampai Juni. Piye isone Mei iki kudu mudun,” kata Nurul didampingi Kepala Dinsos Agus Susetyo Hardiyanto di atas panggung.
Kepala Dinas Sosial Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto menyampaikan, BLT DBHCHT 2026 telah berproses. Data buruh pabrik rokok dan tembakau dari Disperinaker Bojonegoro telah lengkap. Namun untuk data buruh tani tembakau masih perlu dilakukan varifikasi lapanhan oleh petugas penyuluh lapangan (PPL).
“Kemudian juga ada pengecekan yang di luar kota karena kemarin ada tuntutan untuk warga Bojonegoro yang bekerja di pabrik rokok luar kabupaten agar juga diberikan BLT. Jumlahnya nggak banyak sekitar 400 sampai 500 an, sedang kita proses. Sehingga kami minta untuk bersabar, kemungkinan akhir Mei sudah bisa dicairkan,” timpal Antok, panggilan akrab Kepala Dinsos Bojonegoro.
Jawaban tesebut membuat riuh buruh yang hadir. Mereka meminta pencairan BLT DBHCHT agar dipercepat. Wabup Nurul kemudian meminta agar bantuan bisa dicairkan dua minggu lagi.
“Yang terpenting pak Antok usahakan dicairkan paling lambat minggu kedua bulan Mei. Iso opo ora, tak tantange,” tanya Wabup Nurul.
“Insyallah bisa,” jawab Antok.
“Kalau dua minggu tidak cair, ibu-ibu bisa mendatangi Kantor Dinsos,” pungkas Nurul disambut tepuk tangan meriah para buruh.(red)





