Petinggi Parpol di Bojonegoro Adakan Pertemuan, Kompak Sebut Tak Bahas Pilkada

Petinggi Parpol mengadakan pertemuan di salah satu restoran yang diinisiasi oleh Bupati Bojonegoro, Anna Mu'anah.

Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Sejumlah petinggi partai politik (Parpol) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dikabarkan mengadakan pertemuan di salah satu restoran di Jalan Veteran, Selasa (14/2/2023). Para pimpinan parpol kompak menyebut tidak ada pembahasan terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Bojonegoro, Lasuri menuturkan, bahwa adanya pertemuan itu berawal dari inisiatif Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah. Ini karena dalam jabatan bupati juga melekat sebagai pembina partai politik di Kabupaten Bojonegoro.

“Disamping itu beliau (Bupati Anna) juga sebagai salah satu ketua partai,” kata Lasuri kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (15/02/2023).

Politisi ramah ini menjelaskan, isi dari pertemuan ketua dan sekretaris parpol itu hanya silaturahmi biasa dan tidak ada pembahasan hal-hal yang spesifik. Misalnya tentang manuver politik kedepan yaitu Pilkada. Pun tidak ada pembahasan ihwal penjajakan koalisi.

“Jadi kami tidak bahas hal-hal tersebut. Saya tegaskan ya, tidak ada pembahasan Pilkada dalam acara kemarin. Ya hanya bercanda saling ledek kira-kira besok partai akan dapat berapa kursi ya di pemilihan legislatif yang akan datang,” jelas Lasuri.

Baca Juga :   Moch Lahir : Saya Apresiasi Masyarakat Bojonegoro Dukung Nurul Azizah Maju Independen di Pilkada 2024

Menurut pria yang duduk di Komisi B DPRD Bojonegoro ini, terkadang dalam menyikapi kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), terjadi dinamika pro dan kontra. PAN misalnya, memilih mengkritisi kebijakan Pemkab, atau anggota partai lain misalnya juga mengambil hal serupa berbeda pandangan dengan pemkab. Hal itu tentu adalah pilihan dari partai politik untuk dibawa kemana arah politiknya.

“Perbedaan itu tentu tidak membatasi kita untuk tetap bersilaturahmi bersama Bu Bupati. Namanya juga kebijakan, tentu ada yang mendukung juga ada yang memilih kontra. Nah kira-kira Selasa kemarin sore itu kita sama-sama bersilaturahmi untuk saling memberi masukan sambil ngopi bareng,” ujarnya.

“Sikap politik kita tidak akan mempengaruhi fungsi kontrol kita kepada eksekutif. Dan itu memang sebuah pilihan ceruk mana yang akan kita ambil, saya kira Bu Bupati akan bisa memahami itu,” lanjutnya.

Para petinggi parpol di Bojonegoro foto bersama usai melakukan pertemuan.
© 2023 suarabanyuurip.com/Ist/sbu

Senada disampaikan Ketua DPD Golongan Karya (Golkar) Bojonegoro, Hj. Mitroatin. Politisi asal Desa Tanjung, Kecamatan Tambakrejo, itu mengungkapkan bahwa tidak pembicaraan yang prinsip dalam pertemuan dengan para pimpinan parpol di Bojonegoro. Hanya sekedar ngopi bareng dan diskusi kecil-kecilan.

Baca Juga :   Wahono-Nurul Resmi Kantongi Rekom Bacabup-Bacawabup Bojonegoro dari DPP Partai Demokrat 

“Pokoknya tugas partai itu kan tugas negara to Mas, jadi diskusi kecil-kecillan. Tidak ada bahasan soal Pilkada. Dan siapapun boleh menginisiasi kok. Termasuk Golkar misalnya, boleh menginisiasi. Boleh-boleh saja,” ungkapnya melalui sambungan telepon.

Menurutnya, pertemuan serupa bakal diagendakan lagi. Hal ini dinilai memungkinkan karena terdapat kesamaan tujuan partai dalam menyejahterakan rakyat serta memperjuangkan hak-hak masyarakat.

“Jadi waktunya perang ya perang, waktunya kumpul ya kumpul. Sikap politik kita tidak ada pengaruhnya,” tegasnya.

Setali tiga uang, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Bojonegoro, Sukur Priyanto juga menegaskan bahwa tidak terdapat pembahasan mengenai Pilkada 2024 dalam pertemuan dengan para pimpinan parpol.

“Tidak (Tidak ada pembahasan Pilkada 2024),” ucapnya dikonfirmasi terpisah.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *