Perang Rusia -Ukraina Belum Usai, Indonesia Siapkan Strategi Amankan Pasokan BBM

FOTO ILUSTRASI : Petugas SPBU sedang mengisi BBM kepada konsumen.

Suarabanyuurip.com – d suko nugroho

Jakarta – Belum berakhirnya perang antara Rusia dan Ukraina menyebabkan harga minyak fluktuatif. Pemerintah Indonesia tetap bersikap hati-hati dan menyiapkan strategi untuk mengamankan pasokan bahan bakar minyak (BBM).

Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji, fluktuasi harga minyak mentah tahun 2023 diperkirakan berkisar antara US$80-90 per barel. Sementara terkait pasokan minyak mentah, Indonesia sebagian besar mengimpor dari Saudi Arabia dan Nigeria yang tidak berhubungan langsung dengan negara konflik. Sedangkan untuk BBM, Indonesia mengimpor dari Singapura dan Malaysia.

“Kedua negara tersebut juga tidak berhubungan langsung dengan negara konflik,” kata Tutuka.

Meski tidak terdampak langsung dengan negara yang berperang, lanjut Tutuka, Indonesia tetap bersikap hati-hati.

“Kita sampai saat ini bergerak cukup hati-hati, meski tidak berdampak langsung dari (negara) konflik,” kata mantan Kepala PPSDM Migas itu.

Tutuka mengungkapkan, akhir-akhir ini produksi minyak Indonesia menunjukkan peningkatan. Dari sebelumnya 600.000 barel per hari, meningkat jadi sekitar 610.000 hingga 630.000 barel per hari.

“Peningkatan ini karena optimasi produksi yang dilakukan KKKS berjalan dengan baik, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya.

“Kami mendukung terus perbaikan-perbaikan ini, kebanyakan permasalahan operasional. Beberapa lapangan yang permasalahannya seperti itu sudah diidentifikasi dan kita akan tinjau langsung ke lapangan untuk peningkatan produksi masing-masing KKKS,” lanjut Tutuka.

Sedangkan untuk keamanan pasokan BBM dan gas jangka menengah dan panjang, tambah dia, pemerintah telah mengidentifikasi potensi migas di wilayah utara Sumatera, Bali, Lombok, Selat Makassar, Maluku dan Papua.

Baca Juga :   Pembebasan Lahan Kilang Tuban Harus Utamakan Musyawarah

“Dengan banyaknya potensi tersebut, kami berupaya keras memanfaatkan sumber daya gas bumi ini sebagai strategi jangka menengah untuk menyelesaikan persoalan impor BBM. Dengan banyaknya Konversi BBM ke Gas akan mengurangi impor BBM,” pungkasTutuka dalam keterangan resminya.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting meyampaikan terus melanjutkan inisiatif pendaftaran Program Subsidi Tepat sebagai langkah awal penyaluran BBM bersubsidi yang lebih tepat sasaran. Hingga akhir Februari 2023 ini, pendaftar Subsidi Tepat tercatat telah menembus lebih dari 5 juta unit kendaraan.

Pembeli BBM subsidi mendaftar di aplikasi MyPertamina saat melakukan pembelian di SPBU.
© 2023 suarabanyuurip.com/Dok.Pertamina

Irto menjelaskan dari lebih dari lima juta unit kendaraan yang didaftarkan dalam Program Subsidi Tepat, persentase jenis kendaraan Pertalite mencapai 54%, dan kendaraan pengguna Solar subsidi yang didaftarkan mencapai 46%.

“Dari data tersebut, untuk pengguna Pertalite yang mendaftar 80% didominasi oleh pengguna pribadi. Sedangkan untuk Solar komposisinya cukup seimbang antara pengguna pribadi maupun kendaraan umum,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya yang diterima suarabanyuurip.com, Rabu (1/3/2023).

Program Subsidi Tepat bertujuan untuk mendata kendaraan yang menggunakan Pertalite dan Solar. Melalui pendataan, diharapkan penyaluran BBM bersubsidi dapat lebih termonitor dan mencegah kecurangan atau penyalahgunaan di lapangan. Sehingga BBM bersubsidi tersalurkan bagi masyarakat yang memang berhak.

Baca Juga :   Jawa Timur Miliki Potensi Gas Bumi 240 MMSCFD

“Saat ini Pertamina Patra Niaga terus melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai tata cara pendaftaran, serta menguji coba kesiapan verifikasi QR Code. Kami juga terus memantau perkembangan revisi Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014 yang menjadi regulasi acuan penetapan penyaluran BBM bersubsidi,” ujar Irto.

Dalam meningkatkan jumlah pendaftar, Irto mengatakan untuk mempermudah masyarakat, Pertamina Patra Niaga juga terus menambah titik booth pendaftaran langsung. Bagi masyarakat yang memiliki akses internet dan handphone, pendaftaran online juga terus dipastikan tidak ada kendala melalui website subsiditepat.mypertamina.id dan menu Subsidi Tepat di aplikasi MyPertamina.

“Ada lebih dari 1.300 titik booth pendaftaran offline yang tersebar diseluruh Indonesia, lokasinya bisa dicek langsung melalui https://mypertamina.id/lokasi-pendaftaran-offline-bbm-subsidi-tepat . Selain mendorong masyarakat mendaftar, kami juga memastikan proses verifikasi berjalan dengan maksimal sehingga prosesnya bisa tepat waktu,” lanjut Irto.

Irto juga terus mengingatkan kepada masyarakat yang merasa berhak mendapatkan BBM subsidi agar segera mendaftarkan kendaraannya. Ke depan, Program Subsidi Tepat ini akan disinergikan dengan regulasi penetapan penyaluran BBM subsidi yang ditentukan pemerintah.

“Ini adalah langkah Pemerintah dan Pertamina dalam memastikan subsidi BBM menjadi lebih tepat sasaran, sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat yang memang berhak menikmati subsidi BBM, masyarakat rentan yang memang butuh energi dengan harga terjangkau untuk kebutuhan mereka,” pungkas Irto.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *