Perempuan Jawa Timur Siap Menjadi Garda Terdepan Penanggulangan Bencana

Seorang relawan sedang praktik memadamkan api dalam rangkaian Bimtek Srikandi Siaga Bencana Chapter 2 yang daksanakan Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur.

Suarabanyuurip.com – d suko nugroho

Sidoarjo – Kantor Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo menjadi saksi kegiatan yang menginspirasi pada hari libur ini. Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur mengadakan Bimtek Srikandi Siaga Bencana Chapter 2 dengan antusiasme peserta yang tinggi. Sekitar 100 peserta dari berbagai daerah di Jatim berkumpul di kantor tersebut pada Minggu (11/6) untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Bakesbangpol Sidoarjo, Mustain Baladan, menyampaikan kegembiraannya atas diadakannya acara ini di kantornya. Dia percaya bahwa bencana dapat dicegah, dan banjir serta kebakaran dapat diatasi. Menurutnya, para perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah bencana.

“Para perempuan adalah garda terdepan dalam penanggulangan bencana. Mereka memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menjaga agar bencana tidak terjadi,” ungkapnya.

Kegiatan ini menyajikan beragam materi, termasuk manajemen bencana, psikologi wanita, komunikasi wanita, dan pelatihan penanggulangan kebakaran.

Dian Harmuningsih, Koordinator SRPB Jatim, memberikan materi manajemen bencana dan mengajak para relawan untuk melihat bahwa tidak semua kegiatan relawan didanai oleh BPBD.

Baca Juga :   Tampuk Ketua Elang Bengawan Rescue Bojonegoro Beralih dari Loegito ke Sukirno

“Kita harus memahami bahwa setiap BPBD di daerah memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Edukasi adalah kunci, jangan mengandalkan pembiayaan semata,” kata Dian dalam keterangannya.

Lusi Andajani, salah satu pengurus SRPB Jatim, memberikan materi komunikasi wanita. Dia menyoroti perbedaan perilaku antara perempuan dan laki-laki yang disebabkan oleh perbedaan di otak mereka.

“Perempuan memiliki kemampuan multi-tasking, sementara laki-laki memiliki otak yang lebih besar dan lebih analitis,” jelasnya.

Sementara itu, Tatik Mukhoyyaroh, staf pengajar dari Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, memberikan materi psikologi wanita. Ia menjelaskan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki perbedaan signifikan dalam segi konsepsi, kromosom, dan bentuk tubuh. Namun, perempuan memiliki ketahanan tubuh yang lebih kuat daripada laki-laki.

Kegiatan ditutup dengan pelatihan penanggulangan kebakaran oleh Alvian Alif Pujiono dari Indonesian Survivor (Inavor), salah satu mitra SRPB Jatim. Erick, panggilan akrabnya, memberikan materi tentang cara memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), pemadaman menggunakan karung goni, dan pemadaman kebakaran yang melibatkan elpiji.

Baca Juga :   Patroli Hutan Cegah Pembalakan Liar

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Nurul Hayat dan Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo, yang turut berperan dalam kesuksesan acara ini. Para perempuan Jawa Timur siap menjadi pilar utama dalam mencegah dan mengatasi bencana, serta memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *