Begini Cara Indonesia Mendongkrak Investasi Migas

Salah satu kegiatan hulu migas Indonesia yang berada di lepas pantai.

Suarabanyuurip.com – d suko nugroho

Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terus berupaya meningkatkan investasi di bidang minyak dan gas bumi (Migas). Investasi migas tahun 2023 ini ditarget sebesar US$ 15,5 miliar atau meningkat 26% dibandingkan tahun 2022 sebesar US$ 13,2 miliar.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji ketika mengatakan sejumlah upaya yang dilakukan untuk meningkarkan investasi migas. Di antaranya perbaikan terms and conditions dalam penawaran wilayah kerja migas, fleksibilitas bentuk kontrak kerja sama, serta fasilitas perpajakan dan insentif.

“Kami mendengarkan masukan investor termasuk KKKS dan berupaya meningkatkan pelayanan menjadi lebih baik,” ujar Tutuka Ariadji ketika menjadi pembicara kunci pada sesi Business Forum pada The 10th IndoGAS and Power 2023 di Hotel Westin, Jakarta, Selasa (13/6/2023).

Tutuka memaparkan, pemerintah melakukan perbaikan terms and conditions pada lelang wilayah kerja (WK) migas berupa perbaikan sharing split First Tranche Petroleum (FTP) sebesar 10% shareable, signature bonus bersifat open bid, fleksibilitas bentuk kontrak bagi hasil, DMO price sebesar 100% ICP, tidak ada kewajiban untuk mengembalikan sebagian wilayah kerja selama tiga tahun pertama, tidak ada cost ceiling untuk Cost Recovery dan kemudahan untuk akses paket data melalui mekanisme keanggotaan (membership).

“Pemerintah memberikan bagi hasil yang menarik di mana untuk wilayah kerja migas yang beresiko tinggi. Untuk gas, bagi hasilnya dapat mencapai 50% bagi Pemerintah dan 50% bagi KKKS,” jelasnya.

Baca Juga :   Pemanfaatan Gas Bumi dalam Negeri Mencapai 68,2% di Tahun 2023

Perbaikan bagi hasil sebesar 50:50 ini, lanjut Tutuka, telah diimplementasikan di sejumlah kontrak kerja sama migas. Antara lain Blok Agung I dan Blok Agung II yang dikelola British Petroleum (BP).

Pemerintah juga berupaya melakukan perbaikan terms and conditions untuk blok eksisting demi meningkatkan produksi, penyempurnaan data hulu migas, serta penyederhanaan perizinan.

“Kami menyadari daya saing Indonesia tidak setinggi negara tetangga. Namun demikian, kami berupaya meningkatkan IRR (Internal Rate of Return) yang saling menguntungkan bagi Pemerintah dan KKKS,” ungkap pria yang pernah menjabat Kepala PPSDM Migas itu.

Terkait perpajakan dan insentif, Tutuka menjelaskan, Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan memiliki pemahaman yang sama untuk memberikan fasilitas ini demi menunjang usaha migas. Fasilitas perpajakan dan insentif ini juga diharapkan dapat diberikan bagi kegiatan pengurangan emisi karbon atau CCS/CCUS.

“Pemerintah mendukung revisi UU No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang merupakan inisiatif DPR. Regulasi ini penting untuk memberikan kepastian hukum terhadap investasi migas,” tegasnya.

Sementara mengenai bentuk kontrak kerja sama, Pemerintah tengah merevisi aturan mengenai kontrak kerja sama Gross Split menjadi lebih sederhana.

“Kami berupaya menyederhanakan bentuk kontrak Gross Split. Draft usulan telah disampaikan kepada stakeholder, serta menerima sejumlah masukan perbaikan. Diharapkan dalam waktu satu atau dua bulan ke depan dapat diselesaikan,” paparnya.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto sebelumnya menyampaikan realisasi investasi sektor hulu migas hingga kuartal 1 2023 tercatat mencapai US$ 2,63 miliar atau lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar US$ 2,1 miliar.

Baca Juga :   Mobil BBM Tertahan Pemboran TBR Terhenti

Dwi menegaskan, hulu migas Indonesia masih menjadi daya tarik investor. Hal ini dibuktikan dengan realisasi investasi hulu migas 2022 mencapai US$ 12,3 miliar yang setara dengan Rp 182 triliun, lebih tinggi dibandingkan investasi di tahun 2021 yang sebesar US$ 10,9 miliar atau sebesar 113% dari target. Capaian Investasi 2022 juga telah melampaui investasi hulu migas sebelum pandemi Covid-19 di tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 11,7 miliar. Kinerja investasi hulu migas nasional di tahun 2022 yang naik 13% dibandingkan tahun lalu juga tercatat lebih baik dibandingkan rata-rata kenaikan investasi global yang hanya naik sebesar 5%.

“Realisasi investasi hulu migas di tahun 2022 tercatat tertinggi dalam kurun waktu 7 tahun terakhir sejak 2016,” tegas Dwi saat menyampaikan capaikan kinerja hulu migas kuartal I tahun 2023 beberapa waktu lalu.

Menurut mantan Dirut Utama Pertamina itu, pencapaian investasi hulu migas nasional di tahun 2022 yang meningkat menunjukkan bahwa ada kepercayaan terhadap industri hulu migas nasional, bahwa industri ini akan terus berkelanjutan. Untuk tahun 2023, target investasi hulu migas sebesar US$ 15,5 miliar atau meningkat 26% dibandingkan realisasi investasi 2022 lebih tinggi dibandingkatan peningkatan investasi global yang sebesar 6,5%.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *